PDIP Tawarkan Model Ekonomi Kerakyatan untuk Atasi Krisis Pangan, Bukan Sekadar Subsidi

PDIP mengusulkan model alternatif Makan Bergizi Gratis yang berbasis ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal, bukan sekadar program subsidi konvensional. Strategi ini bertujuan memberdayakan petani dan UMKM lokal sambil mengatasi krisis pangan.

Oct 31, 2026 - 07:18
Oct 31, 2026 - 07:18
 0  6
PDIP Tawarkan Model Ekonomi Kerakyatan untuk Atasi Krisis Pangan, Bukan Sekadar Subsidi

Reyben - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghadirkan perspektif segar dalam menyikapi problema kelangkaan dan mahalnya harga pangan yang melanda masyarakat. Berbeda dengan pendekatan konvensional yang mengandalkan subsidi pemerintah, PDIP melalui Sekjen-nya Hasto Kristiyanto menawarkan konsep Makan Bergizi Gratis (MBG) alternatif yang digali dari kearifan lokal dan potensi ekonomi grassroot. Strategi ini bukan hanya tentang memberikan makan gratis, melainkan membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dengan melibatkan petani lokal, UMKM pangan, dan masyarakat setempat sebagai pilar utamanya.

Menurut Hasto, konsep MBG versi PDIP mengutamakan pemberdayaan ekonomi masyarakat lapisan bawah melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia. Program ini dirancang untuk menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian lokal, mendorong kolaborasi antara kelompok tani, pengolah makanan, hingga penyedia layanan nutrisi di tingkat komunitas. Dengan pendekatan ini, setiap rupiah yang dikeluarkan untuk program makan bergizi tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal secara bersamaan.

Hasto menekankan bahwa kearifan lokal menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan program ini. Setiap daerah memiliki potensi pertanian dan kuliner unik yang bisa dimaksimalkan untuk memberikan gizi seimbang dengan harga terjangkau. Misalnya, daerah penghasil singkong bisa mengembangkan olahan singkong berprotein tinggi, sementara daerah laut bisa memanfaatkan hasil perikanan lokal. Pendekatan kultural ini tidak hanya lebih efisien biaya, melainkan juga memperkuat identitas kuliner nusantara sambil meningkatkan ketahanan pangan nasional dari akar rumput.

Transformasi program pangan melalui lensa ekonomi kerakyatan ini mencerminkan komitmen PDIP dalam merespons tantangan sosial dengan solusi yang holistik. Daripada mengandalkan impor dan subsidi jangka pendek, PDIP mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama membangun sistem ketahanan pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan menguntungkan semua pihak. Strategi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sambil menjaga stabilitas ekonomi makro, memberikan harapan bahwa masalah pangan tidak harus selalu menjadi beban fiskal negara tetapi justru peluang emas untuk akselerasi pembangunan ekonomi inklusif.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow