Pasukan Ibu-ibu Bersatu Bersihkan Sarang Narkoba di Riau, Polisi Malah Sindir Mereka 'Lebay'
Ratusan ibu-ibu di Riau memberanikan diri menggerebek sarang narkoba secara massal, namun respons polisi justru mengecilkan aksi mereka sebagai 'lebay'. Ini menunjukkan jurang kepercayaan yang semakin lebar antara masyarakat dan aparat keamanan.
Reyben - Gelombang kemarahan warga Riau meledak melampaui batas. Ratusan ibu-ibu rumah tangga yang sudah muak dengan penyebaran narkoba di lingkungan mereka memutuskan untuk bertindak sendiri. Mereka melakukan aksi penggerebekan massal terhadap beberapa bangunan yang kuat diduga menjadi tempat singgah para pengedar dan pengguna narkoba. Tindakan spontan ini menunjukkan seberapa dalam frustasi masyarakat terhadap lambannya penegakan hukum dalam memberantas narkoba di tingkat grassroot.
Aksi yang digerakkan oleh kelompok ibu-ibu ini berhasil menarik perhatian publik, namun respons dari pihak kepolisian justru membuat hati terasa miris. Alih-alih memberikan apresiasi atas keberanian warga untuk turut menjaga keamanan lingkungan, petugas malah mengategorikan tindakan mereka sebagai berlebihan atau 'lebay'. Kalimat sindir ini tentu saja memicu amarah lebih dalam di kalangan emak-emak pemberani yang telah merelakan waktu berharga mereka untuk menjaga kualitas hidup komunitas. Seolah-olah, langkah nyata dari bawah dianggap remeh oleh institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan kejahatan.
Tingkat partisipasi yang luar biasa tinggi dari warga, terutama ibu-ibu, sebenarnya mencerminkan simptom yang jauh lebih serius. Ini bukan sekadar aksi spontan tanpa dasar, melainkan manifestasi kepercayaan diri yang telah amblas terhadap sistem keamanan formal. Ketika masyarakat merasa diabaikan dan tidak dilindungi, mereka akan mencari cara alternatif, bahkan jika itu berisiko dan di luar mekanisme hukum yang benar. Polisi yang seharusnya memahami konteks sosial ini justru memilih jalan mudah dengan melabelkan warga sebagai 'lebay', tanpa mencoba memahami akar masalah yang sesungguhnya.
Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi semua stakeholder bahwa dukungan publik untuk pemberantasan narkoba sangat besar, tetapi sistem yang ada belum mampu mengakomodasi energi positif tersebut dengan cara yang terstruktur dan efektif. Dibutuhkan sikap empati dan strategi komprehensif dari aparat penegak hukum untuk mengarahkan kembali semangat warga ini ke jalur yang lebih aman dan produktif. Bukan dengan merendahkan, melainkan dengan terlibat aktif dalam membangun partnership yang saling menghormati antara komunitas dan institusi keamanan.
What's Your Reaction?