Paspor Indonesia Merosot ke Posisi 68 Dunia, Hanya 7% Rakyat Berani Menjelajah Mancanegara

Paspor Indonesia diprediksi turun ke peringkat 68 dunia dengan akses 70 negara, sementara 93% penduduk Indonesia masih belum memiliki dokumen perjalanan ini.

Jul 30, 2026 - 13:45
Jul 30, 2026 - 13:45
 0  2
Paspor Indonesia Merosot ke Posisi 68 Dunia, Hanya 7% Rakyat Berani Menjelajah Mancanegara

Reyben - Posisi paspor Indonesia di kancah global terus melorot. Pada tahun 2026, dokumen perjalanan merah putih ini diprediksi akan terduduk di peringkat 68 dunia dengan akses ke 70 negara tujuan. Angka ini mencerminkan minimnya daya saing paspor Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara maupun dunia. Padahal, mobilitas global menjadi semakin penting di era digital ini untuk membuka peluang bisnis, pendidikan, dan pengalaman hidup yang lebih luas.

Data yang lebih mengkhawatirkan lagi menunjukkan bahwa hanya 7% dari populasi Indonesia yang memiliki paspor. Angka tersebut sangat miris mengingat Indonesia adalah negara dengan lebih dari 270 juta penduduk. Artinya, jutaan rakyat Indonesia masih belum pernah merasakan petualangan ke luar negeri, baik untuk tujuan wisata, bisnis, maupun migrasi kerja. Mayoritas penduduk Indonesia tetap terkungkung dalam batas-batas geografis nasional, kehilangan kesempatan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi global mereka.

Fenomena ini bukan hanya sekadar statistik belaka. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pengurusan paspor di kalangan masyarakat Indonesia. Pertama, biaya pengurusan paspor yang masih dianggap mahal bagi sebagian besar penduduk kelas menengah ke bawah. Kedua, kurangnya kesadaran tentang pentingnya memiliki paspor untuk peluang karir internasional. Ketiga, kompleksitas proses administratif yang membuat calon pemohon merasa direpotkan. Keempat, keterbatasan kemudahan akses layanan dukcapil, terutama di daerah terpencil yang jauh dari kota besar.

Merosotnya peringkat paspor Indonesia juga dipengaruhi oleh kebijakan visa negara-negara tujuan yang semakin ketat. Banyak negara yang menerapkan standar ketat dalam hal penerimaan wisatawan atau pekerja migran dari Indonesia. Hal ini berbeda dengan paspor dari negara-negara maju yang memiliki perjanjian visa bebas atau visa on arrival dengan ratusan negara lain. Pemerintah Indonesia perlu melakukan diplomasi yang lebih intensif untuk meningkatkan posisi dan kredibilitas paspor Indonesia di panggung internasional.

Kondisi ini juga berdampak pada ekosistem pariwisata dan ekonomi digital Indonesia. Ketika penduduk lokal sulit keluar negeri, maka peluang untuk belajar, berbisnis, dan berkolaborasi dengan mitra global menjadi terbatas. Startup dan UMKM Indonesia kesulitan mengakses pasar internasional karena keterbatasan mobilitas pendirinya. Perlu ada gerakan komprehensif dari pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri, untuk meningkatkan akses paspor dan memperkuat posisi paspor Indonesia di mata dunia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow