Pasar Saham Terjun Bebas, Demokrat Minta Regulator Dimintai Pertanggungjawaban

Wasekjend Demokrat Jansen Sitindaon mendesak Komisi XI DPR memanggil OJK dan BEI menyusul keruntuhan IHSG sebesar 8,01 persen, sekaligus meminta audit menyeluruh terhadap mekanisme tata kelola pasar modal Indonesia.

Oct 16, 2026 - 12:31
Oct 16, 2026 - 12:31
 0  3
Pasar Saham Terjun Bebas, Demokrat Minta Regulator Dimintai Pertanggungjawaban

Reyben - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat performa mengerikan dengan anjlok mencapai 8,01 persen, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan politisi. Respons cepat datang dari jajaran Partai Demokrat, khususnya Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Jansen Sitindaon, yang segera mendesak Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat untuk menggelar pertemuan mendalam dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Tekanan ini menjadi momentum penting untuk menguji responsivitas lembaga pengawas pasar modal Indonesia dalam menghadapi volatilitas ekstrem yang mengancam kepercayaan publik.

Kejatuhan bursa yang signifikan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan nyata dari kekhawatiran investor yang mulai gentar mempercayakan modal mereka di pasar Indonesia. Sitindaon menekankan perlunya evaluasi komprehensif terhadap tata kelola pasar modal, mengindikasikan bahwa mekanisme pengawasan saat ini mungkin belum optimal dalam mencegah atau mengurangi volatilitas ekstrem. Desakan ini mencerminkan tanggung jawab legislatif dalam memastikan stabilitas sistem keuangan nasional dan perlindungan hak-hak investor retail yang semakin bertambah jumlahnya.

Peran Komisi XI sebagai pengawas industri keuangan menjadi sangat krusial di tengah situasi pasar yang bergejolak. Dengan memanggil OJK dan BEI, legislator dapat menggali informasi mendalam tentang faktor-faktor yang memicu jatuhnya IHSG sekaligus mengukur kesiapan regulasi dalam mengantisipasi krisis serupa di masa depan. Dialog antara eksekutif regulator, bursa, dan legislatif diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat infrastruktur pasar modal, termasuk sistem circuit breaker yang lebih efektif dan mekanisme transparansi yang lebih baik.

Desakan Demokrat ini mencerminkan meningkatnya kepedulian kelas politisi terhadap kesehatan pasar finansial nasional. Tidak hanya sekadar kritik, langkah ini membuka peluang konstruktif untuk perbaikan sistemik yang melibatkan semua stakeholder. Investor, regulator, dan wakil rakyat diharapkan dapat bersinergi menciptakan pasar modal yang lebih resilient, transparan, dan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem bursa saham Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow