Mitos Bahaya Galon Polikarbonat Terbantah: Peneliti ITB Buktikan BPA Tidak Muncul Kembali

Penelitian ITB mematahkan mitos bahaya BPA pada galon polikarbonat yang sudah rusak. BPOM juga memastikan galon berstandar aman untuk digunakan sehari-hari.

Jul 21, 2026 - 20:41
Jul 21, 2026 - 20:41
 0  1
Mitos Bahaya Galon Polikarbonat Terbantah: Peneliti ITB Buktikan BPA Tidak Muncul Kembali

Reyben - Kekhawatiran konsumen Indonesia terhadap penggunaan galon air minum berbahan polikarbonat rupanya perlu dikaji ulang. Penelitian terbaru dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadirkan temuan mengejutkan yang mematahkan mitos beredar di masyarakat selama ini. Para ahli polimer dari ITB membuktikan bahwa galon polikarbonat yang sudah mengalami degradasi tidak akan kembali melepaskan zat Bisphenol A (BPA) ke dalam air yang dikonsumsi. Temuan ilmiah ini sejalan dengan jaminan keamanan yang telah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), memberikan angin segar bagi jutaan keluarga Indonesia yang mengandalkan galon air guna ulang sebagai solusi kebutuhan minum sehari-hari.

Prof. Yusril Yusuf, pakar Ilmu Material dan Polimer ITB, menjelaskan mekanisme degradasi polikarbonat dengan detail teknis yang memukau. Menurutnya, ketika galon polikarbonat mengalami proses degradasi akibat paparan suhu tinggi, sinar ultraviolet, atau penggunaan berulang kali, struktur polimer akan terpecah menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil. Namun, proses ini tidak menyebabkan reformasi atau kemunculan kembali dari monomer BPA yang utuh dan aktif secara kimia. "Degradasi adalah proses pemecahan satu arah," jelasnya, "bukan proses yang dapat mengembalikan zat ke bentuk asalnya. Jadi, ketakutan bahwa galon yang sudah rusak akan mengeluarkan BPA baru adalah kesalahpahaman ilmiah yang perlu diluruskan."

BPOM turut menguatkan temuan akademis ini dengan mengeluarkan pernyataan resmi tentang standar keamanan galon air minum di pasaran Indonesia. Lembaga yang bertanggung jawab mengawasi produk pangan dan minuman ini menegaskan bahwa seluruh galon yang telah mendapat izin edar dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) telah melewati serangkaian tes ketat untuk memastikan keamanannya. BPOM secara eksplisit menyatakan bahwa galon polikarbonat yang berstandar dan telah tersertifikasi aman digunakan untuk menyimpan dan menyajikan air minum, bahkan dalam jangka waktu panjang. Data laboratorium menunjukkan bahwa kandungan BPA dalam galon-galon berstandar jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan internasional seperti WHO dan FDA.

Risiko sebenarnya justru datang dari penggunaan galon yang tidak memiliki izin edar resmi atau tidak memenuhi standar keamanan yang berlaku. Produk ilegal yang beredar di pasaran gelap kerap tidak menjalani kontrol kualitas yang ketat, sehingga benar-benar membahayakan kesehatan konsumen. Oleh karena itu, rekomendasi dari para ahli adalah memilih galon yang jelas mencantumkan nomor izin BPOM, tanda SNI, dan sertifikasi keamanan lainnya. Masyarakat juga sebaiknya menghindari membeli galon dari penjual yang tidak terpercaya atau tidak dapat memberikan informasi lengkap tentang asal-usul produk. Dengan memilih galon yang tepat dan menggunakannya sesuai panduan, konsumen Indonesia dapat terus menikmati kemudahan galon air guna ulang tanpa perlu khawatir akan dampak kesehatan yang membahayakan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow