Mesir Ngamuk! Deretan Keputusan Wasit yang Dinilai 'Merugikan' saat Dihajar Argentina 2-3 di Piala Dunia 2026
Mesir melayangkan protes keras usai tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Argentina 2-3. Federasi menilai wasit membuat lima keputusan kontroversial yang sangat merugikan tim The Pharaohs.
Reyben - Pertandingan 16 besar Piala Dunia 2026 antara Mesir versus Argentina berakhir dengan drama yang memanas. The Pharaohs harus menelan pil pahit dengan kekalahan 2-3, namun yang lebih menyebalkan adalah serangkaian keputusan wasit yang menurut delegasi Mesir sangat merugikan mereka. Protes resmi langsung dilontarkan setelah peluit akhir, dengan pihak federasi sepak bola Mesir menyebut pertandingan itu 'tidak adil' dan 'dipengaruhi keputusan-keputusan kontroversial'.
Kejadian pertama yang memicu kemurkaan tim Mesir terjadi pada menit ke-12, ketika striker Argentina melakukan duel dengan bek tengah Mesir di kotak penalti. Wasit tidak menunjuk titik putih, padahal menurut analisa lanjutan, kontak tubuh terlihat jelas dan layak mendapat penalti. Reaksi pemain Mesir yang protes langsung mendapat kartu kuning, sementara Argentina berhasil mengkonversi peluang berikutnya menjadi gol. Insiden ini menjadi titik balik pertandingan yang mengubah dinamika permainan secara signifikan.
Persoalan berlanjut pada menit ke-34 ketika seorang pemain Mesir menerima kartu merah yang menurut staf teknis sangat berlebihan. Pelanggaran yang dilakukan sebenarnya hanya bersentuhan ringan di kaki lawan, bukan intensitas keras atau berbahaya. Namun wasit langsung mengeluarkan kartu merah tanpa pertimbangan, membuat Mesir bermain dengan 10 pemain selama lebih dari satu jam. Keputusan ini secara objektif mengubah kompleksitas pertandingan dan memberikan keuntungan psikologis besar kepada Argentina yang sudah unggul.
Menuju akhir pertandingan, terjadi insiden lain yang tidak kalah mengundang kontroversi. Pada menit ke-67, pemain Argentina melakukan pelanggaran keras di garis sentuh namun tidak mendapat kartu apapun, padahal sebelumnya pemain dengan aksi serupa sudah menerima kartu kuning. Inkonsistensi dalam penerapan peraturan ini memicu keluhan keras dari bench Mesir. Ditambah lagi pada menit ke-78, ada keputusan offside yang diragukan ketika pemain Argentina menerima bola dalam posisi yang sebenarnya tidak jelas apakah berada di depan garis atau tidak.
Delegasi Mesir dalam pernyataan resminya menyatakan akan mengajukan banding kepada FIFA terkait kinerja wasit dalam pertandingan tersebut. Mereka menganggap bahwa serangkaian keputusan yang tidak konsisten dan diduga tidak objektif telah mengubah jalannya pertandingan secara fundamental. Meskipun keputusan FIFA terhadap banding ini tidak pasti akan mengubah hasil akhir pertandingan, langkah ini menunjukkan serius-nya Mesir dalam melawan apa yang mereka anggap sebagai ketidakadilan dalam sepak bola internasional.
What's Your Reaction?