Mensesneg Bantah Rumor Haji Isam Jadi Penangani Karhutla, Prabowo Belum Keluarkan Surat Resmi

Mensesneg Prasetyo Hadi membantah rumor yang menyebutkan pengusaha Haji Isam ditunjuk Prabowo untuk menangani karhutla di Kalimantan, menyatakan informasi tersebut tidak benar dan belum ada surat resmi dari istana.

Aug 23, 2026 - 18:03
Aug 23, 2026 - 18:03
 0  5
Mensesneg Bantah Rumor Haji Isam Jadi Penangani Karhutla, Prabowo Belum Keluarkan Surat Resmi

Reyben - Beredarnya kabar bahwa pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad, yang dikenal dengan sebutan Haji Isam, telah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menangani permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan ternyata tidak benar adanya. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang dengan tegas menepis informasi tersebut sebagai hoaks yang tidak memiliki dasar faktual. Mensesneg menekankan bahwa hingga saat ini, belum ada penetapan resmi dari istana terkait penugasan khusus semacam itu kepada siapapun, termasuk kepada Haji Isam.

Menurut penjelasan Mensesneg Prasetyo Hadi, rumor ini kemungkinan besar timbul dari asumsi atau spekulasi yang tidak terbukti. Beliau mengklarifikasi bahwa setiap keputusan presiden mengenai penugasan khusus akan diberitahukan secara resmi melalui mekanisme administratif yang jelas dan transparan. "Kami tidak pernah mengeluarkan instruksi apapun dalam bentuk tertulis maupun lisan yang menyebutkan hal tersebut," ujar Mensesneg dalam pernyataannya. Kabar yang beredar di media sosial dan beberapa portal berita tersebut terindikasi sebagai berita palsu yang dirancang untuk menciptakan kebingungan di kalangan masyarakat terkait kebijakan pemerintah.

Permasalahan karhutla memang menjadi prioritas utama pemerintahan Prabowo Subianto, mengingat dampak negatifnya terhadap lingkungan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat Indonesia. Namun, penanganan isu ini akan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang sudah ada, bukan melalui penugasan kepada individu dari sektor swasta. Tim khusus yang bertanggung jawab atas pengendalian karhutla terdiri dari berbagai stakeholder pemerintah, TNI, Polri, dan lembaga terkait lainnya yang telah memiliki mekanisme kerja yang matang dan terstruktur.

Klasifikasi Mensesneg ini penting dilakukan untuk menjaga kredibilitas informasi publik dan mencegah tersebarnya disinformasi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. Pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk selektif dalam menerima informasi dan memprioritaskan sumber-sumber resmi dari lembaga pemerintah sebagai rujukan utama. Apabila ada keputusan penting terkait penanganan karhutla atau penugasan khusus apapun, semuanya akan dikomunikasikan melalui saluran resmi yang telah ditetapkan untuk memastikan keakuratan dan kredibilitas informasi yang diterima oleh publik.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow