Mendagri Tito Karnavian Resmi Buka Festival Fulan Fehan 2026, Rayakan Persahabatan Antar Negara dengan Tari Tradisional

Mendagri Muhammad Tito Karnavian membuka Festival Fulan Fehan IV di Desa Dirun, Kabupaten Belu dengan menampilkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste sebagai puncak perayaan budaya antar bangsa.

Jun 27, 2026 - 19:46
Jun 27, 2026 - 19:46
 0  0
Mendagri Tito Karnavian Resmi Buka Festival Fulan Fehan 2026, Rayakan Persahabatan Antar Negara dengan Tari Tradisional

Reyben - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian secara resmi membuka Festival Fulan Fehan IV yang diselenggarakan di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Acara yang megah ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor-Leste melalui perayaan budaya yang meriah dan penuh makna. Kehadiran Mendagri menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus menjaga dan mengembangkan kerjasama dengan negara tetangga, khususnya dalam preservasi warisan budaya lokal yang kaya.

Festival Fulan Fehan yang memasuki edisi keempat kali ini menampilkan beragam pertunjukan seni, mulai dari tarian tradisional hingga atraksi budaya yang memukau ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Salah satu highlight utama acara adalah pementasan "Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste" yang menggabungkan gerakan-gerakan khas kedua negara dalam satu harmoni yang indah. Pertunjukan spektakuler ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menceritakan kisah perjalanan persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun antara kedua bangsa yang berbagi letak geografis dan ikatan historis yang erat.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya melestarikan identitas budaya lokal sebagai bagian integral dari kekuatan nasional. Beliau mengapresiasi inisiatif masyarakat Belu dalam mengorganisir festival tahunan yang telah menjadi daya tarik pariwisata budaya sekaligus wadah edukasi bagi generasi muda. Kehadiran delegasi resmi dari Timor-Leste juga menambah dimensi diplomasi budaya yang signifikan, menunjukkan bahwa keragaman budaya dapat menjadi jembatan persahabatan yang kokoh antar bangsa. Festival ini juga menjadi kesempatan emas bagi berbagai komunitas seni lokal untuk menampilkan bakat mereka di panggung internasional.

Sepanjang durasi Festival Fulan Fehan 2026, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif termasuk workshop seni tradisional, pameran kerajinan lokal, dan kuliner khas Belu yang menggugah selera. Kolaborasi antar seniman dari Indonesia dan Timor-Leste menciptakan ekosistem kreatif yang dinamis dan membuka peluang pertukaran pengetahuan seni yang berharga. Pemerintah daerah Belu berkomitmen untuk menjadikan festival ini semakin berkembang di tahun-tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak stakeholder dan meningkatkan infrastruktur pendukung. Momentum ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya diplomasi budaya dalam memperkuat hubungan dua negara yang saling menghormati dan menghargai perbedaan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow