Komnas PA Buka Suara, Ruben Onsu dan Sarwendah Diperingatkan Jangan Main Serang-Serangan
Komnas PA memberikan peringatan tegas kepada Ruben Onsu dan Sarwendah agar menghentikan konflik berkelanjutan mereka. Lembaga ini tidak memihak siapa pun dan fokus pada kesejahteraan psikologis anak-anak yang terdampak dari pertengkaran kedua orangtua.
Reyben - Perseteruan rumit tangga antara Ruben Onsu dan Sarwendah terus mencuri perhatian publik. Kali ini, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) turun tangan untuk memberikan peringatan keras kepada kedua belah pihak agar segera menghentikan konflik mereka. Lembaga ini jelas-jelas tidak memihak siapa pun, melainkan fokus pada kesejahteraan anak-anak yang terlibat dalam kasus ini. Komnas PA menekankan bahwa pertengkaran berkelanjutan antara orangtua dapat memberikan dampak psikologis yang serius bagi perkembangan emosional anak-anak mereka.
Permasalahan yang terjadi antara Ruben dan Sarwendah dimulai dari isu sensitif seperti hak asuh anak, jadwal kunjungan, dan kewajiban finansial. Kedua pihak tampak tidak menemukan titik temu dalam penyelesaian masalah mereka secara bijak. Alih-alih mengarah pada solusi yang konstruktif, konflik justru semakin memanas dengan saling melontarkan kritik dan tuduhan di berbagai kesempatan. Situasi ini memancing kekhawatiran berbagai pihak, terutama menyangkut kondisi psikologis anak-anak yang menjadi bagian dari keluarga tersebut.
Komnas PA dalam pernyataannya menegaskan bahwa tidak akan berpihak pada salah satu kubu dalam kasus ini. Sebaliknya, lembaga tersebut mengutamakan pendekatan yang mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak-anak. Mereka menekankan pentingnya dialog terbuka dan mediasi yang konstruktif antara Ruben dan Sarwendah. Komnas PA juga mengingatkan bahwa setiap orangtua memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi kesehatan mental anak-anak mereka, terlepas dari permasalahan pribadi yang mereka hadapi dengan pasangan.
Pihak lembaga juga menyarankan agar kedua belah pihak melibatkan konselor keluarga profesional untuk membantu mereka menyelesaikan perbedaan dengan cara yang lebih dewasa dan bertanggung jawab. Perlu diingat bahwa anak-anak bukanlah komoditas dalam pertengkaran orang dewasa, melainkan makhluk yang berhak mendapatkan cinta dan perhatian dari kedua orangtua mereka tanpa terbebani oleh konflik yang tidak perlu. Komnas PA berharap Ruben dan Sarwendah dapat merenungkan kembali dampak jangka panjang dari sikap mereka terhadap masa depan anak-anak.
What's Your Reaction?