Letda Jihad Tewas Tertembak Pelurunya Sendiri di Gudang Kopassus Sukoharjo, Ini Kronologinya

Perwira Kopassus Letda Jihad Ahmad Al-Rasyid meninggal dunia setelah pistol meletus di Gudang Senjata Grup 2 Kopassus, Sukoharjo, Jawa Tengah. Peluru dari senjata yang rusak itu menembus pintu dan mengenai korban.

Oct 28, 2026 - 03:43
Oct 28, 2026 - 03:43
 0  3
Letda Jihad Tewas Tertembak Pelurunya Sendiri di Gudang Kopassus Sukoharjo, Ini Kronologinya

Reyben - Tragedi yang mengguncang dunia militer Indonesia kembali terungkap. Seorang perwira Komando Operasi Khusus (Kopassus) berpangkat Letnan Dua Infanteri, bernama Jihad Ahmad Al-Rasyid, meninggal dunia akibat insiden tidak terduga di Gudang Senjata Grup 2 Kopassus yang terletak di Sukoharjo, Jawa Tengah. Peristiwa yang menewaskan seorang prajurit berpengalaman ini terjadi karena sebuah pistol yang tiba-tiba meletus saat sedang ditangani, mengakibatkan peluru menembus pintu dan mengenai tubuh korban.

Kejadian mencengangkan itu mengungkap fakta mengkhawatirkan tentang prosedur keamanan di fasilitas penyimpanan senjata militer. Investigasi awal menunjukkan bahwa pistol yang digunakan Letda Jihad mengalami malfungsi atau kerusakan mekanis yang menyebabkan pelepasan peluru secara tidak terkendali. Peluru yang keluar dari senjata api tersebut tidak hanya menembusi baja pintu gudang dengan mudah, tetapi juga menebus tubuh sang perwira yang sedang berada di sekitarnya. Insiden ini menjadi peringatan serius bagi seluruh institusi militer tentang pentingnya pemeliharaan senjata yang ketat dan protokol keselamatan kerja.

Letda Jihad Ahmad Al-Rasyid dikenal sebagai seorang prajurit yang profesional dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya di Kopassus. Karir militernya mencerminkan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai anggota satuan elite pasukan khusus. Kematiannya yang mendadak dan tragis meninggalkan kerugian yang tidak ternilai bagi institusi, keluarga, serta rekan-rekan seperjuangannya yang telah bekerja bersama selama bertahun-tahun. Keluarga korban dan jajaran Kopassus masih dalam kondisi duka mendalam atas kehilangan sosok yang berharga ini.

Pihak Kopassus telah membuka penyelidikan mendalam mengenai insiden tersebut untuk menemukan penyebab utama dan mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan. Tim investigasi mengecek seluruh aspek mulai dari kondisi senjata, perawatan rutin, hingga protokol keamanan yang berlaku di gudang penyimpanan senjata. Proses otopsi juga dilakukan untuk memastikan penyebab kematian dari perspektif medis. Hasil investigasi ini diharapkan dapat memberi pembelajaran berharga bagi seluruh unit militer dalam meningkatkan standar keselamatan kerja dan penanganan peralatan tempur.

Insiden tragis di Sukoharjo ini mengingatkan kembali pentingnya disiplin dan sertifikasi dalam penanganan senjata api. Setiap prajurit militer, meskipun sudah berpengalaman, harus terus mengikuti pelatihan berkala dan mematuhi standar prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. Gudang senjata sebagai tempat menyimpan aset pertahanan negara yang berharga memerlukan pengawasan berlapis dan sistem kontrol yang ketat. Kepemimpinan Kopassus telah mengutuk keras insiden ini dan berkomitmen untuk merevisi seluruh mekanisme keselamatan agar tidak ada lagi korban jiwa akibat kecelakaan sejenis di kemudian hari.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow