Lebaran di Pantai Ancur Gara-gara Pungli? Ini Cara Kemenpar Bersihkan Destinasi Wisata dari Calo Nakal

Kemenpar melakukan strategi agresif untuk memberantas pungli di destinasi wisata selama libur Lebaran melalui pengawasan 24 jam, hotline laporan, dan pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Mar 17, 2026 - 00:54
Mar 17, 2026 - 00:54
 0  0
Lebaran di Pantai Ancur Gara-gara Pungli? Ini Cara Kemenpar Bersihkan Destinasi Wisata dari Calo Nakal

Reyben - Musim libur Lebaran memang menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk melepas penat dan menikmati kebersamaan keluarga di destinasi wisata impian. Namun, keseruan liburan kerap kali terganggu oleh kehadiran pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah mengidentifikasi masalah serius ini dan sedang menggerakkan berbagai strategi komprehensif untuk membersihkan destinasi wisata dari praktik pungli yang merugikan wisatawan dan merusak citra pariwisata Indonesia.

Praktik pungli di destinasi wisata bukan lagi isu sepele yang bisa diabaikan. Dari parkir liar yang mematok harga fantastis hingga pemandu wisata abal-abal yang memaksa mengikuti paket tur dengan tarif menggiurkan, wisatawan sering kali menjadi korban dalam situasi ini. Kemenpar menyadari bahwa kepuasan pengunjung adalah kunci kesuksesan industri pariwisata nasional. Oleh karena itu, pihaknya telah meluncurkan operasi bersih-bersih destinasi wisata selama periode libur Lebaran dengan melibatkan berbagai stakeholder mulai dari petugas kepolisian, dinas pariwisata daerah, hingga organisasi masyarakat sipil yang peduli terhadap kelestarian pariwisata.

Salah satu strategi unggulan yang diterapkan adalah peningkatan pengawasan di lokasi-lokasi wisata yang paling rawan pungli. Tim patroli gabungan telah disiapkan untuk beroperasi 24 jam di kawasan parkir, gerbang masuk, dan area-area strategis lainnya di destinasi wisata populer. Selain itu, Kemenpar juga menyediakan nomor hotline khusus untuk memudahkan wisatawan melaporkan praktik pungli yang mereka alami secara langsung. Langkah ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengaduan, tetapi juga sebagai alat deterren bagi calon pelaku pungli yang tahu bahwa tindakan mereka akan segera ditangani.

Pendekatan holistik juga diterapkan melalui pemberdayaan ekonomi lokal yang legal dan terukur. Kemenpar bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi dan membimbing sektor informal yang bergerak di kawasan wisata agar dapat beroperasi secara profesional dan transparan. Program pelatihan kepada penyedia jasa wisata lokal juga diadakan untuk meningkatkan standar layanan dan etika bisnis mereka. Dengan cara ini, diharapkan ekonomi lokal tetap berkembang tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan keamanan wisatawan.

Kemenpar juga tidak lupa melibatkan masyarakat umum dalam kampanye antipungli yang lebih luas. Melalui media sosial dan berbagai saluran komunikasi lainnya, pemerintah mengajak masyarakat untuk menjadi mata dan telinga dalam mengawasi praktik pungli di destinasi wisata mereka masing-masing. Transparansi menjadi kunci dalam upaya ini, sehingga wisatawan juga diminta untuk proaktif mencari informasi resmi tentang tarif dan layanan yang seharusnya mereka bayar sebelum tiba di destinasi wisata.

Hasil nyata dari upaya-upaya ini mulai terlihat menjelang dan selama periode Lebaran tahun lalu, di mana jumlah laporan pungli mengalami penurunan signifikan di beberapa destinasi wisata utama. Namun, Kemenpar menekankan bahwa perjuangan melawan pungli bukanlah sesuatu yang bisa dianggap selesai dalam waktu singkat. Diperlukan komitmen berkelanjutan dari semua pihak untuk memastikan bahwa destinasi wisata Indonesia tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi setiap wisatawan yang berkunjung.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow