Kuliner Jadi Mesin Penghasil Devisa, Kemenekraf Genjot Transformasi Produk Lokal ke Pasar Dunia

Sektor kuliner terus memimpin kontribusi PDB ekonomi kreatif Indonesia. Kemenekraf kini meluncurkan strategi agresif hilirisasi produk lokal untuk membuka pintu pasar global bagi brand-brand kuliner Indonesia yang selama ini tersembunyi di pasar domestik.

Jul 16, 2026 - 19:54
Jul 16, 2026 - 19:54
 0  0
Kuliner Jadi Mesin Penghasil Devisa, Kemenekraf Genjot Transformasi Produk Lokal ke Pasar Dunia

Reyben - Sektor kuliner terus membuktikan diri sebagai tulang punggung ekonomi kreatif Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa industri makanan dan minuman mendominasi kontribusi PDB ekonomi kreatif nasional, melampaui sektor-sektor kreatif lainnya seperti fashion, musik, dan desain grafis. Pertumbuhan yang konsisten ini menarik perhatian serius Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mengakselerasi strategi hilirisasi produk lokal, sehingga bukan hanya melayani pasar domestik tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional dengan percaya diri.

Kemenekraf memahami bahwa potensi ekonomi kuliner Indonesia belum dimaksimalkan secara optimal. Meskipun resep-resep tradisional dan cita rasa autentik sudah diakui secara luas, proses transformasi dari bahan baku menjadi produk jadi yang berkualitas premium masih memerlukan perhatian ekstra. Strategi hilirisasi bukan sekadar tentang menambah nilai produk, melainkan menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dari hulu hingga hilir, melibatkan petani, produsen, distributor, hingga retailer. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan margin keuntungan setiap pemangku kepentingan bisa meningkat signifikan sambil tetap menjaga kualitas dan autentisitas produk.

Dari mie instant yang sudah go international hingga kopi specialty yang diminati hipster global, Indonesia memiliki cerita sukses nyata dalam menciptakan brand lokal dengan daya tarik universal. Namun, tantangan tetap besar. Banyak produk kuliner Indonesia yang masih tersegmentasi di pasar niche dan belum menembus mainstream global market. Standar internasional seperti sertifikasi halal, food safety, dan packaging yang menarik menjadi hambatan bagi beberapa produsen kecil dan menengah. Oleh karena itu, Kemenekraf merancang program pendampingan intensif yang mencakup pelatihan, akses permodalan, dan koneksi dengan buyer internasional untuk memastikan produk lokal bisa bersaing setara dengan pesaing regional seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Kemenekraf juga fokus pada branding dan storytelling sebagai bagian integral dari hilirisasi produk. Setiap kuliner lokal memiliki cerita unik—mulai dari sejarah resep turun-temurun, teknik pembuatan tradisional, hingga nilai budaya yang tertanam di dalamnya. Melalui narasi yang kuat dan authentic, produk kuliner Indonesia bisa menjadi lebih dari sekadar barang konsumsi, tetapi menjadi ambassadors budaya Indonesia di panggung dunia. Program-program seperti grant untuk branding, bantuan partisipasi di food festival internasional, dan dukungan digital marketing telah dimulai untuk membantu produsen lokal menavigasi kompleksitas pasar global dengan lebih percaya diri dan terukur.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow