Komnas PA Minta Ruben Onsu-Sarwendah Berhenti, Sebut Cara Negosiasi Selebriti Terlalu Dangkal
Komnas PA mendesak Ruben Onsu dan Sarwendah untuk berhenti memperumit kasus hak asuh anak mereka di publik, sambil menegaskan posisi netral lembaga tersebut dalam menangani perselisihan kedua selebriti.
Reyben - Perseteruan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini menarik perhatian Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Lembaga tersebut tidak hanya menjadi pengamat tetapi juga memberikan kritik tajam terhadap cara kedua selebriti menangani perselisihan pribadi mereka. Komnas PA berpendapat bahwa pendekatan yang dilakukan oleh Ruben Onsu terhadap isu ini sangat dangkal dan tidak mempertimbangkan kepentingan terbaik anak-anak yang terlibat. Organisasi perlindungan anak ini meminta kedua belah pihak segera menghentikan pertikaian yang terus menerus di publik.
Komnas PA dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak berpihak ke salah satu pihak dalam konflik ini. Pernyataan ini dikeluarkan untuk merespons anggapan bahwa lembaga tersebut lebih memihak kepada Sarwendah dalam persoalan ini. Menurut Komnas PA, tugas utama mereka adalah melindungi kepentingan anak dan memastikan bahwa setiap keputusan terkait hak asuh didasarkan pada kesejahteraan sang anak, bukan kepentingan orang tua. Lembaga ini menganggap penting untuk menegaskan posisi netral mereka agar tidak ada interpretasi yang salah tentang upaya mediasi yang mereka lakukan.
Kritik Komnas PA terhadap cara Ruben Onsu menangani perkara ini menyentuh aspek pedagogis dan perlindungan psikologis anak. Selebriti yang juga dikenal sebagai pengusaha ini dinilai kurang matang dalam mengkomunikasikan masalahnya dan terlalu menggunakan platform publik untuk menyuarakan keluhan pribadi. Akibatnya, anak-anak menjadi tertarik dalam situasi yang seharusnya diatur melalui mekanisme hukum yang lebih formal dan terkontrol. Komnas PA mengkhawatirkan bahwa paparan media yang berlebihan terhadap konflik ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan emosional anak-anak yang bersangkutan.
Permohonan Komnas PA agar kedua belah pihak segera menghentikan pertentangan publik menjadi seruan keras untuk kedewasaan dan tanggung jawab orang tua. Lembaga ini menggarisbawahi bahwa penyelesaian setiap kasus hak asuh anak harus dilakukan dengan cara yang paling menguntungkan bagi anak, bukan untuk memuaskan ego atau narasi publik dari salah satu pihak. Komnas PA siap melakukan pendampingan dan mediasi formal jika kedua belah pihak bersedia duduk bersama dengan niatan tulus untuk mencapai solusi terbaik bagi masa depan anak-anak mereka.
What's Your Reaction?