Komisi III DPR Desak TNI-Polri Bersatu Perkuat Perang Melawan Korupsi
Komisi III DPR menekan TNI-Polri untuk menunjukkan solidaritas dalam mendukung pemerintah memberantas korupsi melalui koordinasi yang lebih efektif dan strategis.
Reyben - Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, menyuarakan desakan kuat kepada TNI dan Kepolisian RI untuk menunjukkan solidaritas maksimal dalam mendukung agenda pemerintah dalam memberantas praktik korupsi yang masih merajalela di berbagai lembaga negara. Melalui koordinasi yang lebih erat, kedua institusi keamanan ini dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem pemerintahan yang lebih bersih dan transparan.
Soedeson menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak dapat berjalan efektif tanpa dukungan penuh dari TNI dan Polri sebagai tulang punggung keamanan nasional. "Saat ini kita membutuhkan komitmen nyata dari semua elemen, khususnya aparat keamanan untuk bersatu melawan tindak pidana korupsi yang terus menggerogoti keuangan negara," ungkapnya dengan penuh keyakinan. Menurutnya, soliditas kedua institusi ini akan mengirimkan sinyal tegas bahwa pemerintah serius dalam memberantas akar-akar korupsi yang telah mengental dalam sistem birokrasi.
Langganan Soedeson ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap masih tingginya kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik, baik dari kalangan sipil maupun militer. Data menunjukkan bahwa kerugian negara akibat korupsi mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya, memberikan dampak signifikan terhadap investasi publik di sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Kolaborasi sinergis antara TNI dan Polri diyakini mampu mempercepat proses investigasi, penyelidikan, dan penuntutan kasus-kasus korupsi yang kompleks.
Anggota Komisi III ini juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas internal kedua institusi, termasuk pelatihan dan pendidikan berkelanjutan bagi aparatnya tentang tata kelola pemerintahan yang baik. "Kita tidak hanya perlu menangkap koruptor, tetapi juga membangun sistem yang anti-korupsi sejak awal," katanya. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan upaya pemberantasan korupsi dapat mencapai hasil optimal dan berkelanjutan di masa depan.
What's Your Reaction?