KH Zulfa Mustofa Dorong Ulama Kembali ke Tradisi Menulis Lewat Peluncuran Karya Klasik

KH Zulfa Mustofa, Waketum PBNU, menggerakkan ulama untuk kembali ke tradisi menulis melalui peluncuran buku klasik 'Ithafu Ummati Al Muqtafa' pada Juli 2026. Inisiatif ini adalah respons terhadap gersangnya karya tulis intelektual di komunitas ulama dan upaya menjaga warisan budaya Islam yang sempat surut.

Jul 11, 2026 - 10:58
Jul 11, 2026 - 10:58
 0  0
KH Zulfa Mustofa Dorong Ulama Kembali ke Tradisi Menulis Lewat Peluncuran Karya Klasik

Reyben - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zulfa Mustofa mengambil langkah strategis untuk menghidupkan kembali tradisi menulis di kalangan para ulama Indonesia. Melalui sebuah agenda peluncuran buku berjudul "Ithafu Ummati Al Muqtafa" yang dijadwalkan pada Jumat 10 Juli 2026, KH Zulfa ingin membuktikan bahwa warisan intelektual Islam masih relevan dan perlu dipelajari ulang oleh generasi kontemporer. Inisiatif ini bukan sekadar upaya nostalgia terhadap masa lalu, melainkan sebuah gerakan nyata untuk membangkitkan semangat keilmuan di pesantren dan institusi Islam di seluruh nusantara.

Menurut pemahaman KH Zulfa, tradisi menulis ulama terdahulu memiliki nilai strategis dalam menghadapi tantangan zaman modern. Buku "Ithafu Ummati Al Muqtafa" yang akan diluncurkan merupakan karya klasik yang mengandung kearifan mendalam tentang kehidupan bermasyarakat dan bernegara dalam perspektif Islam. Dengan menghadirkan kembali naskah-naskah bersejarah semacam ini, Waketum PBNU berharap dapat menginspirasi para intelektual muda untuk terus mengembangkan tradisi menulis yang sempat surut di era digital. Peluncuran buku ini juga menjadi simbol komitmen PBNU dalam menjaga dan meneruskan warisan budaya tulis-menulis yang selama berabad-abad menjadi tulang punggung peradaban Islam.

Gerakan menghidupkan tradisi menulis ini muncul dari kekhawatiran KH Zulfa atas fenomena gersangnya karya tulis intelektual dalam komunitas ulama Indonesia. Padahal, jika dilihat dari sejarah Nahdlatul Ulama sendiri, organisasi ini berdiri atas fondasi gerakan intelektual yang kuat dengan para tokoh yang produktif menulis. Dengan mendorong ulama untuk kembali menulis, KH Zulfa secara implisit mengajak seluruh elemen pesantren dan institusi pendidikan Islam untuk menjadi pusat produksi pengetahuan, bukan hanya konsumen pengetahuan. Hal ini menjadi semakin penting ketika melihat banyaknya literatur Islam kontemporer yang justru berasal dari penulis Barat atau dari kalangan yang jauh dari tradisi pesantren kalikal.

Peluncuran "Ithafu Ummati Al Muqtafa" diharapkan dapat menjadi momentum pembukaan dialog serius tentang relevansi karya-karya ulama klasik dalam konteks kekinian. Event ini bukan hanya sekadar acara ceremonial, tetapi dirancang sebagai platform bagi para akademisi, pesantren, dan intelektual muda untuk berdiskusi mengenai bagaimana mengaktualisasikan pemikiran klasik tanpa mengorbankan otentisitasnya. KH Zulfa yakin bahwa dengan memulai dari satu karya berkualitas yang diluncurkan secara serius dan akademis, akan tercipta efek domino yang mendorong ulama lain untuk menulis kembali karya-karya cemerlang mereka. Momentum ini diharapkan dapat menciptakan rejuvenasi dalam dunia penulisan Islam Indonesia, yang pada gilirannya akan memperkaya khazanah intelektual bangsa secara keseluruhan.

Sebagai Waketum PBNU, KH Zulfa menunjukkan visi kepemimpinan yang tidak hanya fokus pada aspek organisasi semata, melainkan juga peduli terhadap pengembangan kapasitas intelektual umat. Ajakan untuk menghidupkan tradisi menulis adalah upaya preventif terhadap kehilangan warisan budaya yang sangat berharga. Dengan bergerak proaktif melalui peluncuran buku bersejarah ini, PBNU mengukuhkan posisinya sebagai organisasi yang tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga tetap berkomitmen pada penguatan fondasi intelektual Islam di tanah air.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow