Ketua RW Kalideres Buka Suara Soal Permintaan THR ke Pengusaha yang Bikin Geger

Ketua RW 09 Kamal menjelaskan bahwa permintaan THR senilai Rp200.000-Rp500.000 kepada pengusaha Kalideres bersifat sukarela dan dananya akan diubah menjadi bingkisan untuk para pengurus RT, RW, dan PPSU.

Mar 11, 2026 - 11:28
Mar 11, 2026 - 11:28
 0  0
Ketua RW Kalideres Buka Suara Soal Permintaan THR ke Pengusaha yang Bikin Geger

Reyben - Polemik permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) senilai Rp200.000 hingga Rp500.000 dari Ketua RW 09 Kamal kepada para pengusaha di kawasan Kalideres akhirnya mendapat penjelasan resmi. Surat yang sempat viral di media sosial itu ternyata bukan sekadar permintaan sembarangan, melainkan bagian dari inisiatif untuk membantu pengurus internal organisasi pemerintahan lokal. Ketua RW tersebut menekankan bahwa seluruh proses pengumpulan dana dilakukan atas dasar kerelaan sukarela, bukan paksaan atau kewajiban yang mengikat secara hukum.

Menurut penjelasan Ketua RW 09 Kamal, dana yang terkumpul tidak akan dibagikan secara personal kepada masing-masing pengurus berdasarkan jabatan mereka. Mekanisme yang diterapkan jauh lebih transparan dan kolektif, yakni dengan mengubah seluruh dana menjadi bingkisan atau hampers yang akan dibagikan kepada para pengurus RT, RW, dan Pegawai Pengamanan Swakarsa (PPSU) yang telah bekerja keras sepanjang tahun. Pendekatan ini dianggap lebih adil dan merata untuk semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan administrasi dan keamanan lingkungan pemukiman.

Inisiatif serupa memang kerap menjadi bahan pembahasan dalam komunitas RT/RW di berbagai wilayah perkotaan Indonesia. Sementara beberapa pihak memandang hal ini sebagai upaya apresiasi terhadap dedikasi pengurus lokal yang biasanya tidak memperoleh kompensasi finansial resmi, di sisi lain ada yang mempertanyakan etika permintaan dana ini kepada pelaku bisnis atau pengusaha. Ketua RW Kamal tampak berusaha menyampaikan bahwa tidak ada unsur pemaksaan dalam setiap komunikasi yang dilakukan, dan setiap pengusaha memiliki kebebasan penuh untuk turut berpartisipasi atau menolak tanpa tekanan apapun.

Penjelasan Ketua RW Kalideres ini menjadi penting untuk meredam spekulasi dan rumor yang berkembang di kalangan warga dan pengusaha lokal. Transparansi dalam penggunaan dana publik atau semi-publik memang menjadi aspek krusial untuk membangun kepercayaan antara pemerintahan lokal dan komunitas bisnis. Ke depannya, diharapkan komunikasi yang lebih jelas dan sosialisasi matang dapat dilakukan sejak awal agar menghindari kesalahpahaman serupa di masa mendatang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow