Diabaikan Pengemudi, Ritual Sederhana di Pompa Bensin Ini Justru Cegah Kecelakaan Berbahaya

Kesalahan kecil saat mengisi bahan bakar di SPBU bisa berujung bencana. Kenali risiko tersembunyi dan praktik keselamatan yang harus diterapkan setiap pengemudi untuk mencegah kecelakaan.

Apr 25, 2026 - 21:37
Apr 25, 2026 - 21:37
 0  0
Diabaikan Pengemudi, Ritual Sederhana di Pompa Bensin Ini Justru Cegah Kecelakaan Berbahaya

Reyben - Setiap hari, jutaan kendaraan berhenti di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mengisi tangki bensin atau solar. Namun, mayoritas pengemudi tidak menyadari bahwa rutinitas singkat ini menyimpan potensi risiko keselamatan yang serius. Kesalahan-kesalahan kecil yang tampak tidak penting justru bisa memicu insiden yang mengancam nyawa, baik pengemudi sendiri maupun orang-orang di sekitar SPBU. Sayangnya, kewaspadaan terhadap protokol keselamatan di tempat pengisian bahan bakar masih terbilang rendah di kalangan pengguna jalan raya Indonesia.

Salah satu kebiasaan paling fundamental yang sering diabaikan adalah mematikan mesin sebelum membuka tutup tangki bahan bakar. Banyak pengemudi yang membiarkan mesin tetap menyala sambil melakukan proses pengisian, beranggapan bahwa waktu yang singkat tidak akan menimbulkan masalah. Padahal, mesin yang hidup meningkatkan risiko percikan api yang bisa memicu ledakan, mengingat uap bensin bersifat sangat mudah terbakar. Membiasakan diri mematikan mesin adalah langkah pertama yang sederhana namun sangat efektif untuk mencegah kecelakaan. Hal ini bukan hanya tentang keselamatan pribadi, tetapi juga menjaga keselamatan orang-orang lain yang berada di area SPBU pada saat yang sama.

Selain itu, listrik statis juga menjadi ancaman tersembunyi yang sering terlupakan oleh pengemudi. Ketika seseorang keluar masuk mobil atau bergerak-gerak saat mengisi bahan bakar, terjadi gesekan yang menghasilkan muatan statis di tubuh. Jika muatan ini tidak dilepaskan dengan benar sebelum menyentuh nozzle pompa atau tutup tangki, bisa terjadi percikan yang menyalakan uap bensin. Untuk menghindari risiko ini, pengemudi disarankan untuk menyentuh bagian metal mobil mereka sebelum membuka tutup tangki, sehingga muatan statis bisa terlepas dengan aman ke bodi kendaraan. Kebiasaan sederhana ini telah terbukti mengurangi insiden kebakaran di SPBU-SPBU modern.

Praktik keselamatan lainnya yang tidak kalah penting adalah menghindari penggunaan ponsel atau gadget elektronik lainnya selama proses pengisian bahan bakar berlangsung. Radiasi dan potensi percikan dari perangkat elektronik, meski kecil, tetap bisa memicu reaksi berantai dengan uap bensin yang mudah terbakar. Oleh karena itu, banyak SPBU di seluruh dunia melarang penggunaan ponsel di area pengisian bahan bakar. Pengemudi juga harus menghindari merokok atau membawa benda berpotensi api lainnya ke area SPBU. Kepatuhan terhadap tanda-tanda peringatan yang sudah dipasang di lokasi pengisian bahan bakar juga merupakan bentuk tanggung jawab setiap pengguna jalan raya.

Pemahaman akan protokol keselamatan di SPBU seharusnya menjadi pengetahuan dasar setiap pengemudi, seperti halnya peraturan lalu lintas. Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan aman ini, risiko insiden berbahaya bisa diminimalkan secara signifikan. Investasi waktu beberapa detik untuk mematikan mesin, melepaskan statis, dan menjauh dari ponsel bukanlah hal yang rumit, tetapi bisa menjadi perbedaan antara hari biasa dan kecelakaan besar. Kesadaran dan kedisiplinan pengemudi Indonesia dalam menjalankan protokol keselamatan di SPBU perlu terus ditingkatkan melalui edukasi berkelanjutan dan kampanye kesadaran publik yang lebih gencar.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow