Kasepuhan Ciptamulya Berkobar: Kampung Adat Sukabumi Dilanda Api, Atalia Praratya Teringat Trauma Longsor
Kebakaran dahsyat menghanguskan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya di Sukabumi, mengungsi ribuan warga. Atalia Praratya teringat kembali trauma longsor dua tahun lalu yang menimpa komunitas yang sama.
Reyben - Kilatan merah membara menerangi langit malam Sukabumi saat api ganas membakar Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya. Kebakaran hebat yang melanda pemukiman tradisional di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok ini menciptakan kepanikan dan duka mendalam di hati ribuan penduduk. Warga berhamburan keluar dari rumah dengan membawa sedikit barang berharga mereka, sementara nyala api terus merambat dari satu struktur bangunan kayu ke bangunan lainnya. Petugas pemadam kebakaran bekerja siang malam untuk mengatasi situasi yang semakin kritis ini, namun luasnya area pemukiman membuat upaya pemadaman menjadi sangat sulit dilakukan.
Bagi Atalia Praratya, seorang tokoh masyarakat setempat, bencana kali ini membawa kembali kenangan pahit dari musibah yang menimpa komunitas mereka dua tahun silam. Saat itu, longsor dahsyat mengguncang wilayah yang sama dan merenggut banyak nyawa. "Kami baru saja mulai bangkit dan membangun kembali, kini cobaan datang lagi," ungkap Atalia dengan mata berkaca-kaca sambil melihat rumah-rumah milik keluarganya yang tinggal menjadi abu. Dia mengingat bagaimana kebersamaan dan semangat gotong royong membuat mereka bertahan dari kehancuran sebelumnya, dan kini komunitas harus menemukan kekuatan yang sama sekali lagi untuk menghadapi malapetaka ini.
Kasepuhan Ciptamulya dikenal sebagai salah satu kampung adat terpenting di Jawa Barat, mempertahankan tradisi dan budaya Sunda yang kaya warisan. Struktur bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu dan atap ilalang menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api. Kondisi musim kemarau yang ekstrem juga turut mempermudah api untuk melahap setiap sudut kampung. Belum ada data pasti mengenai jumlah rumah yang terbakar, namun estimasi awal menunjukkan setidaknya ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal mereka. Ribuan orang kini harus mengungsi ke fasilitas darurat yang disediakan oleh pemerintah setempat dan organisasi kemanusiaan.
Pemerintah daerah dan berbagai lembaga sosial telah merespons dengan cepat dengan mengirimkan bantuan logistik dan tim medis ke lokasi bencana. Namun tantangan terbesar kini adalah menyediakan penampungan jangka panjang dan proses rekonstruksi yang mempertahankan keaslian budaya kampung adat tersebut. Atalia dan warga lainnya tetap optimis bahwa dengan dukungan dari berbagai pihak, Kasepuhan Ciptamulya akan dapat bangkit kembali dan mempertahankan identitas budaya mereka yang unik di tengah perjuangan survival ini.
What's Your Reaction?