Kabut Asap Tebal Kembali Mengepung Palangka Raya, Visibilitas Menurun Drastis
Palangka Raya dikepung kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan dengan jarak pandang sangat terbatas. Operasi pemadaman melibatkan ratusan personel dengan dukungan helikopter water bombing.
Reyben - Palangka Raya kembali diselimuti kabut asap pekat yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi ini terjadi pada akhir pekan ini dengan jarak pandang yang sangat terbatas, memaksa ribuan warga untuk beradaptasi dengan situasi udara yang sangat buruk. Pemerintah daerah telah mengeluarkan berbagai peringatan kesehatan menyusul meningkatnya tingkat pencemaran udara di kota berpenduduk lebih dari 200 ribu jiwa tersebut.
Asap yang menyebar luas menciptakan suasana suram di tengah kota, dengan visibilitas jalan raya berkurang signifikan. Sejumlah aktivitas outdoor terpaksa dibatalkan, sementara lalu lintas kendaraan bermotor diperlambat karena kondisi yang berbahaya. Sekolah dan kantor pemerintah juga mengambil langkah preventif dengan merekomendasikan kepada karyawan dan siswa untuk mengenakan masker pelindung diri. Data dari stasiun pemantau kualitas udara menunjukkan indeks standar pencemar udara (ISPU) mencapai level berbahaya bagi sebagian besar kelompok usia, khususnya anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah telah mengaktifkan operasi pemadaman yang melibatkan ratusan personel petugas pemadam kebakaran, tentara, dan polisi. Mereka diperkuat dengan peralatan modern termasuk helikopter pemadam yang dilengkapi water bombing untuk menjangkau area kebakaran yang sulit diakses melalui darat. Namun, upaya penanggulangan ini masih terhambat oleh penyebaran api yang meluas ke berbagai titik sekaligus di kawasan rawa gambut yang kering.
Dinas Kesehatan Palangka Raya melaporkan peningkatan kasus gangguan pernapasan di fasilitas kesehatan umum maupun swasta. Warga diminta untuk tetap tinggal di dalam rumah dengan sistem pendingin udara (AC) menyala untuk mengurangi paparan asap langsung. Persediaan masker N95 dan masker medis di apotek mulai menipis seiring meningkatnya permintaan dari publik. Pemerintah telah mengantisipasi kelangkaan tersebut dengan mendatangkan stok tambahan dari berbagai supplier ke Palangka Raya.
Gubernator Kalimantan Tengah telah menginstruksikan seluruh SKPD untuk intensif melakukan operasi pemadaman dan edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat. Ancaman karhutla diprediksi akan berlanjut mengingat kondisi musim kemarau yang masih berlangsung dengan curah hujan minimal. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, termasuk pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar. Koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga terus dilakukan untuk mobilisasi sumber daya nasional yang lebih besar.
What's Your Reaction?