Joksic Buka Suara Usai Garudayaksa Tumbang di Markas Persib, Kesal dengan Kartu Merah Busnic
Milos Joksic mengungkapkan kekesalannya setelah Garudayaksa kalah 1-2 dari Persib Bandung. Pelatih tersebut mengkritik keputusan wasit terkait kartu merah Busnic dan menyoroti pertahanan timnya yang masih perlu ditingkatkan.
Reyben - Pelatih Garudayaksa, Milos Joksic, tidak bisa menyembunyikan kekesalannya setelah timnya terpaksa menelan kekalahan 1-2 di kandang Persib Bandung dalam pertandingan yang penuh drama. Bagi Joksic, hasil yang pahit itu bukan semata-mata karena performa timnya yang kurang bagus, melainkan juga dampak dari keputusan wasit yang menurutnya kurang adil. Khususnya, kartu merah yang diterima Aleksandar Busnic di tengah pertandingan menjadi titik balik yang merugikan Garudayaksa secara signifikan. Pelatih asal Serbia ini merasa bahwa keputusan tersebut telah mengubah dinamika pertandingan dan membuat timnya semakin sulit untuk bertahan.
Menurut pengakuan Joksic dalam konferensi pers usai pertandingan, insiden kartu merah pada Busnic adalah momen krusial yang seharusnya tidak terjadi. Ia mengklaim bahwa pemain miliknya tersebut tidak melakukan pelanggaran seberat yang dijatuhkan wasit. Joksic menekankan bahwa wasit seharusnya lebih bijak dalam mengambil keputusan, terutama di momen-momen kritis seperti itu. Dengan berkurangnya pemain karena kartu merah, Garudayaksa harus bermain dengan 10 orang selama sisa pertandingan, yang tentunya memberikan kesulitan taktis yang luar biasa. Kondisi ini membuat tim Joksic semakin terbebani untuk menciptakan peluang menyerang sekaligus mempertahankan hasil.
Selain menyorot keputusan wasit, Joksic juga mengakui bahwa ada hal-hal internal yang perlu menjadi perhatian. Ia menunjuk pada masalah pertahanan Garudayaksa yang masih perlu diperkuat dan dibenahi. Pelatih 58 tahun itu melihat bahwa lini belakangnya kerap kali tidak solid dalam menghadapi serangan-serangan Persib yang agresif. Meskipun demikian, Joksic tidak menjadikan ini sebagai dalih utama kekalahan, melainkan sebagai catatan penting untuk evaluasi tim ke depannya. Ia tetap optimis bahwa dengan perbaikan sistematis, tim akan bisa menampilkan performa yang lebih baik di pertandingan berikutnya.
Joksic juga menyinggung proses pembangunan tim yang sedang berlangsung saat ini. Menurutnya, Garudayaksa masih dalam fase konsolidasi dan adaptasi dengan skema permainan yang ia terapkan. Belum semua pemain sepenuhnya memahami instruksi taktis yang diberikan, dan sinkronisasi antar lini masih membutuhkan waktu untuk matang. Meskipun kekalahan ini terasa menyakitkan, Joksic melihatnya sebagai bagian dari pembelajaran dalam perjalanan panjang musim ini. Ia menjanjikan bahwa timnya akan kembali lebih kuat dan lebih matang dalam menghadapi tantangan berikutnya, sambil tetap menuntut fairplay dari pihak-pihak yang terlibat dalam setiap pertandingan.
What's Your Reaction?