Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Bersahabat di Pasar Singosari

Menjelang Ramadan, pasar tradisional Singosari mencatat peningkatan kunjungan berkat turunnya harga bahan pokok. Dari cabai hingga sayuran, semua mengalami penurunan harga signifikan yang membuat kantong warga lega.

Mar 8, 2026 - 22:46
Mar 8, 2026 - 22:46
 0  1
Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Bersahabat di Pasar Singosari

Reyben - Angin segar datang bagi kantong masyarakat Malang jelang pelaksanaan ibadah Ramadan tahun ini. Sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, membuat aktivitas belanja di Pasar Murah Singosari ramai dikunjungi warga. Pedagang melaporkan lonjakan permintaan yang luar biasa seiring dengan turunnya harga bahan pangan pokok tersebut. Momentum ini menjadi peluang emas bagi keluarga untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga dengan biaya lebih ekonomis sebelum bulan suci dimulai.

Dari berbagai laporan pedagang di lokasi, penurunan harga terjadi pada berbagai jenis komoditas seperti cabai, bawang merah, beras, telur, dan berbagai sayuran hijau. Harga cabai rawit yang sempat mencapai puluhan ribu rupiah per kilogram kini turun hingga separuhnya. Begitu pula dengan bawang merah yang dulunya menyulitkan kantong keluarga kelas menengah. Kondisi ini didorong oleh meningkatnya pasokan dari petani lokal dan daerah penghasil utama seiring memasuki musim panen. Pedagang grosir di pasar tersebut menegaskan mereka memberikan harga khusus kepada pembeli retail untuk menarik perhatian konsumen.

Antusiasme warga belanja di Pasar Murah Singosari terlihat dari kepadatan pengunjung yang terus bertambah setiap harinya. Keluarga-keluarga rela datang pagi hari untuk mendapatkan pilihan bahan makanan terbaik dengan harga yang kompetitif. Banyak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk stok kebutuhan rumah tangga dalam jumlah besar sebelum harga naik kembali. Para ibu rumah tangga bercerita bahwa dengan budget yang sama seperti minggu sebelumnya, mereka bisa membawa pulang barang belanja jauh lebih banyak. Dinamika pasar ini menjadi penanda bahwa sistem distribusi dan pasokan bahan pangan lokal mulai bekerja optimal.

Pemerintah daerah dan Dinas Perdagangan setempat mengapresiasi fenomena positif ini dan terus mendorong transparansi harga di pasar-pasar tradisional. Tim monitoring harga dikerahkan untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau manipulasi harga yang merugikan konsumen. Pejabat terkait berharap stabilitas harga ini dapat dipertahankan hingga memasuki puncak Ramadan. Dengan semakin banyaknya pembeli yang berbelanja di pasar tradisional daripada minimarket modern, permintaan langsung kepada petani lokal juga meningkat, menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang menguntungkan semua pihak. Momentum ini diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana pasar tradisional tetap relevan dan mampu melayani kebutuhan masyarakat dengan lebih baik.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow