Jelang HUT RI ke-81, Harga Pangan Pokok Melonjak Drastis: Telur dan Ayam Jadi Sorotan

Harga telur ayam ras dan daging ayam segar mengalami kenaikan signifikan menjelang perayaan HUT RI ke-81. Berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, telur naik Rp 300 menjadi Rp 29.800 per kg, sementara daging ayam naik Rp 5.750 menjadi Rp 46.400 per kg.

Aug 17, 2026 - 13:33
Aug 17, 2026 - 13:33
 0  3
Jelang HUT RI ke-81, Harga Pangan Pokok Melonjak Drastis: Telur dan Ayam Jadi Sorotan

Reyben - Momentum perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81 diwarnai dengan kabar kurang menyenangkan bagi kantong masyarakat. Sejumlah bahan pangan pokok mengalami kenaikan harga yang signifikan, menggerus daya beli konsumen di tengah persiapan perayaan kemerdekaan. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia menunjukkan tren kenaikan yang memperihatinkan, terutama pada produk protein hewani yang menjadi kebutuhan sehari-hari jutaan keluarga Indonesia.

Berdasarkan laporan resmi PIHPS Nasional BI, harga telur ayam ras mencatat peningkatan yang cukup tajam dengan melonjaknya harga hingga Rp 300 per kilogram, sehingga mencapai level Rp 29.800 per kg. Lonjakan tersebut tentu saja membuat ibu rumah tangga harus memutar otak dalam mengatur anggaran dapur mereka. Sementara itu, harga daging ayam segar juga tidak ketinggalan dalam tren kenaikan ini, dengan melompat sebesar Rp 5.750 per kilogram dan kini berada di posisi Rp 46.400 per kg. Kenaikan ganda pada kedua produk pangan ini menjadi pukulan serius bagi stabilitas harga di pasar tradisional maupun modern.

Para ekonom menyebut bahwa lonjakan harga ini terjadi bersamaan dengan berbagai faktor teknis, mulai dari peningkatan permintaan menjelang liburan panjang HUT RI, gangguan supply chain dari produsen, hingga kenaikan biaya operasional yang ditanggung oleh peternak. Kondisi ini menciptakan efek domino yang merambat ke berbagai sektor perdagangan, terutama pasar tradisional yang menjadi tempat belanja utama masyarakat menengah ke bawah. Kenaikan harga ini juga dikomplikasi oleh situasi cuaca yang tidak stabil di beberapa sentra produksi, yang turut mengurangi supply produk unggas dan telur di pasaran nasional.

Guna meminimalkan dampak dari lonjakan harga ini, pemerintah melalui berbagai kementerian terkait telah berkomitmen untuk melakukan intervensi pasar dengan meningkatkan pengawasan terhadap praktik spekulasi dan penimbunan barang. Bank Indonesia juga terus memantau perkembangan harga pangan secara berkala untuk memastikan stabilitas ekonomi makro dan inflasi tetap terkendali. Masyarakat diimbau untuk tetap cerdas dalam berbelanja, memilih supplier terpercaya, dan memanfaatkan program subsidi atau bantuan sosial yang tersedia untuk meringankan beban pengeluaran rumah tangga di masa sulit ini.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow