Dedi Prasetyo Resmi Pimpin BRAN, Segera Benahi Tata Kelola dan Rekrutmen Jajaran Baru
Dedi Prasetyo dilantik jadi Kepala BRAN dan langsung prioritaskan reformasi struktur organisasi serta rekrutmen jajaran pejabat berbasis kompetensi untuk percepatan agenda reforma agraria nasional.
Reyben - Mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Dedi Prasetyo resmi dilantik menjadi Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pelantikan ini menandai era baru bagi institusi yang bertanggung jawab mengurus agenda reforma agraria di Indonesia. Dedi siap membawa perubahan signifikan dengan fokus pada penata-ulangan struktur organisasi dan pembentukan jajaran pejabat yang solid untuk mendorong reformasi lahan secara lebih efektif.
Sebagai figur yang telah berpengalaman dalam mengelola institusi besar, Dedi Prasetyo tidak membuang waktu untuk memulai agenda transformasinya. Salah satu prioritas utamanya adalah merancang ulang struktur organisasi BRAN agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas yang menunggu solusi atas permasalahan agraria. Dengan latar belakang kepolisian, Dedi membawa pendekatan yang terukur dan berbasis data dalam mengidentifikasi kebutuhan struktural organisasi. Tim transisi sudah disiapkan untuk memetakan setiap divisi dan mengevaluasi efektivitas unit-unit yang ada saat ini.
Pembentukan jajaran pejabat menjadi aspek krusial yang akan segera dikerjakan Dedi. Dia telah mengisyaratkan bahwa rekrutmen akan dilakukan berdasarkan merit dan kompetensi, bukan hanya karena hubungan personal atau politik. Dengan pendekatan ini, diharapkan BRAN dapat menghadirkan talenta-talenta terbaik dari berbagai latar belakang yang memiliki komitmen kuat terhadap reforma agraria. Beberapa posisi strategis sudah diidentifikasi untuk diisi oleh profesional berpengalaman di bidang pertanahan, hukum agraria, dan manajemen pembangunan.
Inisiatif Dedi untuk merevitalisasi BRAN sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam mengatasi isu-isu agraria yang selama ini menjadi polemik nasional. Reforma agraria bukan sekadar kewenangan administratif, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan keadilan sosial dan ekonomi berkelanjutan. Dengan struktur organisasi yang lebih kuat dan jajaran pejabat yang kompeten, BRAN diharapkan mampu mempercepat proses distribusi lahan, penyelesaian konflik lahan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat petani di seluruh nusantara.
What's Your Reaction?