Jejak Ko Erwin Masih Panjang! Dua Dalang Sindikat Narkoba Kini Jadi Bulan-bulanan Polisi

Bareskrim Polri terus memburu dua kaki tangan bandar Ko Erwin yang masih berkeliaran sebagai DPO. Operasi pencarian diperluas hingga Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan untuk mengungkap seluruh jaringan sindikat narkoba internasional.

Mar 10, 2026 - 09:32
Mar 10, 2026 - 09:32
 0  1
Jejak Ko Erwin Masih Panjang! Dua Dalang Sindikat Narkoba Kini Jadi Bulan-bulanan Polisi

Reyben - Bareskrim Polri tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti dalam mengungkap jaringan narkoba yang dikomandani oleh Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Pasca penangkapan dalang utama sindikat tersebut, penyelidik terus mengejar dua orang kaki tangan yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Upaya pelacakan intensif telah diperluas hingga ke wilayah Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan, mengindikasikan jaringan operasional Ko Erwin tersebar jauh lebih luas dari perkiraan awal.

Dua pelarian yang masih dicari oleh aparat memiliki peran strategis dalam menjalankan operasi distribusi dan transaksi narkoba tingkat menengah. Investigasi polisi mengungkapkan bahwa kedua individu ini bertanggung jawab dalam koordinasi logistik pengiriman barang haram ke berbagai daerah. Mereka diketahui memiliki jaringan kontak yang kuat di kalangan pengguna dan pengedar tingkat bawah, menjadikan keduanya aset berharga bagi operasional sindikat. Penyelidik meyakini bahwa tangkapan keduanya akan menjadi kunci untuk membongkar struktur organisasi narkoba yang jauh lebih kompleks dari yang selama ini terungkap.

Strategi pencarian yang melibatkan kerja sama lintas regional menunjukkan serius polisi dalam memberantas sindikat ini. Dengan melibatkan kepolisian daerah di NTB dan Kalimantan, Bareskrim mengharapkan informasi lokal dapat membantu melacak posisi kedua DPO tersebut. Data intelijen menunjukkan kemungkinan tinggi bahwa para dalang sindikat memilih bersembunyi di daerah-daerah yang memiliki kepadatan kasus narkoba tinggi, di mana mereka dapat dengan mudah menyatu dengan populasi penduduk yang lebih besar. Teknik operasional ini dipercaya telah digunakan oleh bandar besar sebelumnya untuk menghindari jangkauan hukum.

Perjalanan penyelidikan Ko Erwin dimulai dari informasi laporan masyarakat yang disertai dengan surveilans bertahun-tahun. Polri mencatat bahwa operasi yang dilakukan menunjukkan pola yang terstruktur dan profesional, menggunakan teknologi komunikasi terenkripsi serta sistem pembayaran yang sulit dilacak. Pencapaian penangkapan Ko Erwin sendiri dianggap momentum penting untuk memberikan pukulan pada sindikat internasional. Namun, belum sepenuhnya jaringan tersebut dapat dikatakan runtuh karena masih ada anggota operasional yang belum terjerat dalam penyidikan.

Kepada publik, Bareskrim meminta informasi apabila ada yang mengetahui keberadaan kedua DPO tersebut. Polisi telah menyiapkan saluran pengaduan yang aman dan menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat yang berujung pada penangkapan kedua dalang sindikat, polisi juga telah menyiapkan apresiasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Komitmen Bareskrim untuk sepenuhnya membongkar sindikat narkoba ini diharapkan dapat mengurangi aliran barang haram di pasar gelap Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow