Jejak 12 Bulan Kabur Berakhir: Napi Begal Ditangkap dengan 43 Paket Ganja di Papua Tengah
Salomon Tekege, narapidana pelaku begal yang berhasil kabur dari Lapas Nabire, akhirnya tertangkap di Papua Tengah setelah 12 bulan buron. Polisi menemukan 43 paket ganja dalam kepemilikannya.
Reyben - Penghujung pencarian intensif aparat kepolisian akhirnya tiba. Salomon Tekege (21), narapidana yang berhasil meloloskan diri dari Lapas Kelas II B Nabire pada tahun 2025, kini berada di tangan penegak hukum. Penangkapan spektakuler ini terjadi di Papua Tengah setelah sang buron menghabiskan waktu lebih dari setahun menghindari kejaran. Yang membuat kasus ini semakin menarik adalah ditemukannya 43 paket ganja dalam kepemilikan Tekege saat ditangkap, menambah deretan kasus yang menimpa dirinya.
Perjalanan buron Salomon Tekege dimulai ketika dia berhasil lolos dari pengawasan ketat fasilitas pemasyarakatan Nabire. Sejak saat itu, informasi tentang keberadaannya menjadi target utama pencarian tim investigasi. Selama lebih dari 12 bulan, narapidana kasus begal ini berhasil menghindari mata-mata keamanan dengan berpindah-pindah lokasi. Namun, jejak digital dan laporan dari masyarakat setempat akhirnya membuka kunci lokasi persembunyiannya di Papua Tengah. Polda Papua Tengah yang bergerak cepat langsung melakukan penggerebekan tanpa mengalami hambatan signifikan.
Momentum penangkapan ini menjadi titik balik dalam persidangan Tekege. Tidak hanya berhasil diamankan, petugas juga menemukan barang bukti berupa 43 paket ganja dalam kondisi siap edar. Temuan ini menunjukkan indikasi kuat bahwa sang buron tidak hanya bersembunyi, tetapi juga terlibat dalam aktivitas ilegal lainnya selama masa pelarian. Barang bukti ganja tersebut akan menjadi materi pendukung dalam proses hukum lanjutan yang akan dihadapi Tekege. Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap jaringan distribusi narkoba yang mungkin melibatkan narapidana ini.
Kasus ini menjadi pengingat nyata tentang tantangan sistem pemasyarakatan Indonesia dalam mengawasi narapidana. Lapas Nabire, sebagai institusi pemerintah, akan mendapat sorotan terkait keamanan dan pengawasan internal. Polda Papua terus berkomitmen untuk melanjutkan penyelidikan terkait jaringan pelarian ini dan mengungkap pihak-pihak yang mungkin membantu Tekege selama masa buron. Masyarakat Papua Tengah juga diminta tetap waspada dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Penangkapan ini diharapkan dapat menjadi momentum pemulihan kepercayaan publik terhadap kinerja aparat keamanan di wilayah timur Indonesia.
What's Your Reaction?