Jatim Half Marathon Ricuh, Peserta Laporkan Penyelenggara ke Polisi Gara-gara Masalah Hadiah

Jatim Half Marathon menjadi viral bukan karena prestasi peserta, melainkan karena masalah serius yang berakhir dengan laporan ke polisi. Panitia penyelenggara dipersoalkan atas kegagalan memenuhi janji dan keterlambatan hadiah.

Mar 9, 2026 - 00:04
Mar 9, 2026 - 00:04
 0  0
Jatim Half Marathon Ricuh, Peserta Laporkan Penyelenggara ke Polisi Gara-gara Masalah Hadiah

Reyben - Acara olahraga yang seharusnya mempererat komunitas pelari malah berakhir dengan ketegangan dan tanda tangan di berkas laporan polisi. Jatim Half Marathon, event lari setengah maraton yang diselenggarakan di Jawa Timur, kini menjadi sorotan setelah sejumlah peserta melaporkan panitia ke kepolisian. Perselisihan ini bermula dari berbagai keluhan peserta mengenai penyelenggaraan acara yang dianggap tidak sesuai dengan janji awal dan masalah distribusi hadiah yang berlarut-larut.

Menurut keterangan dari beberapa peserta yang kami wawancarai, kontrovers dimulai sejak hari H acara berlangsung. Peserta mengaku banyak fasilitas yang dijanjikan dalam promosi tidak tersedia, mulai dari hydration point yang minim, medical support yang kurang memadai, hingga sistem finish line yang bermasalah dalam mencatat waktu peserta. Lebih parah lagi, hadiah yang dijanjikan kepada para pemenang tidak langsung diberikan setelah acara berakhir. Beberapa peserta yang seharusnya mendapatkan hadiah utama hingga saat ini masih menunggu dan tidak mendapat penjelasan pasti dari penyelenggara.

Koordinasi yang buruk antara panitia penyelenggara terlihat jelas dari banyaknya keluhan yang masuk. Peserta merasa dirugikan secara finansial dan moril karena telah mengeluarkan biaya pendaftaran yang tidak sedikit, namun tidak mendapatkan kompensasi sesuai dengan standar event lari profesional. Hingga kini, panitia belum mengeluarkan statement resmi yang memuaskan mengenai penyelenggaraan acara tersebut. Proses pengiriman hadiah yang tidak transparan membuat peserta semakin yakin bahwa ada penyelewengan dalam pengelolaan event.

Langkah pelaporan ke kepolisian diambil sebagai upaya terakhir peserta untuk mendapatkan keadilan. Mereka berharap campur tangan pihak berwenang dapat memaksa panitia penyelenggara untuk mempertanggungjawabkan kewajibannya. Kasus ini menjadi peringatan bagi calon penyelenggara event olahraga agar lebih profesional dan transparan dalam mengelola acara berhadiah. Komunitas pelari Jawa Timur kini mempertanyakan kredibilitas event sejenis di masa depan dan berjanji lebih selektif dalam memilih acara yang akan diikuti.

Pihak kepolisian telah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Peserta yang merasa dirugikan diminta untuk mengumpulkan bukti-bukti lengkap termasuk bukti pendaftaran, komunikasi dengan panitia, dan dokumentasi lainnya. Kasus ini kemungkinan akan dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum atau penipuan jika terbukti panitia sengaja melanggar perjanjian dengan peserta. Harapan semua peserta adalah proses hukum dapat berjalan dengan adil dan mereka mendapatkan haknya kembali.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow