Jangan Asal Ekspor! Indonesia Perlu Strategi Matang Taklukkan Pasar Dunia

Legislator DPR mengingatkan pentingnya strategi matang dalam penetrasi pasar global. Optimalisasi diplomasi perdagangan dan diversifikasi ekspor non-tradisional jadi kunci meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di dunia.

Sep 1, 2026 - 18:28
Sep 1, 2026 - 18:28
 0  2
Jangan Asal Ekspor! Indonesia Perlu Strategi Matang Taklukkan Pasar Dunia

Reyben - Anggota Komisi VI DPR RI memperingatkan bahwa upaya Indonesia untuk menembus pasar global tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Penetrasi pasar internasional harus dibarengi dengan strategi penguatan yang solid terhadap produk-produk unggulan nasional. Tanpa persiapan matang, ambisi untuk menjadi pemain utama perdagangan dunia hanya akan menjadi mimpi yang sulit terwujud.

Dalam pandangan legislator tersebut, pemerintah harus mengoptimalkan diplomasi perdagangan luar negeri sebagai senjata utama meningkatkan kompetitivitas ekonomi nasional. Beliau menekankan bahwa kerjasama bilateral dan multilateral dengan berbagai negara mitra dagang perlu diperkuat secara strategis. Investasi dalam hubungan diplomatik ini bukan hanya soal formalitas, melainkan langkah konkret untuk membuka pintu-pintu peluang bisnis bagi para eksportir Indonesia di panggung internasional.

Selain itu, strategi ekspansi pasar juga harus difokuskan pada diversifikasi produk ekspor non-tradisional. Selama ini, Indonesia sangat bergantung pada komoditas tradisional seperti minyak kelapa sawit, karet, dan hasil pertanian lainnya. Diversifikasi ke sektor-sektor baru seperti industri kreatif, teknologi, farmasi, dan produk manufaktur bernilai tambah tinggi menjadi kunci untuk menciptakan ketahanan ekonomi jangka panjang. Langkah ini memungkinkan Indonesia tidak terjebak dalam volatilitas harga komoditas global yang sering merugikan ekonomi lokal.

Menurut anggota DPR tersebut, pemerintah perlu memberikan dukungan penuh kepada pelaku usaha skala menengah dan kecil untuk memasuki pasar ekspor. Program pelatihan, sertifikasi internasional, dan akses pembiayaan yang lebih mudah menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal. Tanpa ekosistem bisnis yang mendukung, produk Indonesia akan kesulitan bersaing dengan kompetitor dari negara-negara lain yang memiliki infrastruktur lebih baik.

Komentar legislator ini hadir sebagai respons atas perlambatan pertumbuhan ekspor Indonesia yang terlihat dalam beberapa kuartal terakhir. Meskipun nilai ekspor masih mencapai angka ratusan miliar dolar, laju pertumbuhannya tidak seiring dengan pertumbuhan ekonomi global. Koordinasi yang lebih baik antara kementerian perdagangan, kementerian luar negeri, dan asosiasi industri menjadi urgen untuk dijalankan. Hanya dengan sinergi ini, Indonesia bisa mengakselerasi penetrasi pasar global dan meningkatkan kontribusi sektor ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow