Jangan Abaikan! Suara Miris Relawan Pemadamkarhutla dari Garis Depan Kalimantan

Relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan berjuang dalam kondisi ekstrem dengan asap tebal dan ancaman api. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang jarang mendapat apresiasi memadai dari pemerintah dan masyarakat.

Oct 21, 2026 - 18:13
Oct 21, 2026 - 18:13
 0  3
Jangan Abaikan! Suara Miris Relawan Pemadamkarhutla dari Garis Depan Kalimantan

Reyben - Asap membumbung tinggi memenuhi langit Kalimantan. Visibilitas menurun drastis. Udara terasa sesak dan menyengat mata. Inilah realitas yang dihadapi ribuan relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di pulau terbesar ketiga Indonesia tersebut. Mereka berhadapan langsung dengan api yang tidak kenal ampun, sambil mengabaikan kesehatan dan keselamatan pribadi. Kisah heroik mereka jarang mendapat sorotan media utama, padahal setiap hari mereka mempertaruhkan nyawa untuk melindungi ekosistem dan masyarakat luas.

Di lapangan yang dipenuhi kepungan asap tebal, para relawan bergerak cepat dengan peralatan seadanya. Beberapa bahkan tidak dilengkapi dengan perlindungan respirasi yang memadai. Mereka menggali garis pertahanan, memompakan air dari sumber-sumber terdekat, dan berusaha mengalihkan perjalanan api sebelum mencapai pemukiman warga. Kondisi sulit ini terus berlanjut hingga hujan datang. Waktu dan tenaga yang dikeluarkan ribuan orang tersebut seringkali tidak diimbangi dengan apresiasi dan dukungan yang cukup dari pemerintah maupun masyarakat umum.

Kondisi geografis Kalimantan yang mayoritas berupa hutan tropis membuat penyebaran api semakin cepat dan sulit dikendalikan. Tanah gambut yang kering menjadi bahan bakar ideal bagi api untuk terus merambat. Tidak hanya itu, cuaca ekstrem dan musim kemarau panjang memperparah situasi. Relawan harus bekerja dalam kondisi suhu tinggi, oksigen berkurang, dan risiko cedera yang sangat besar. Banyak di antara mereka yang pulang dengan luka bakar, infeksi saluran pernapasan, dan trauma psikis mendalam. Hingga saat ini, belum ada program khusus untuk penanganan kesehatan jangka panjang bagi para pahlawan tanpa tanda jasa ini.

Dampak karhutla melampaui sekadar kerusakan lingkungan. Komunitas lokal terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Anak-anak tidak bisa bersekolah karena polusi udara. Sakit pernapasan menjadi endemik. Kehidupan normal menjadi mustahil dalam situasi seperti ini. Satuan petugas pemadaman kebakaran memperjuangkan untuk menyelamatkan habitan alami, sumber air bersih, dan lapangan kehidupan jutaan orang. Mereka adalah garis pertahanan pertama melawan bencana lingkungan yang terus mengancam. Tanpa dukungan penuh—baik sumber daya, pelatihan, maupun pengakuan sosial—upaya pengendalian karhutla akan tetap sulit diwujudkan dengan optimal.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow