Idrus Marham Peringatkan NU: Jangan Biarkan Organisasi Dijadikan Alat Politik

Idrus Marham menyuarakan kekhawatiran atas kemungkinan organisasi NU terjebak dalam permainan politik praktis. Dia mendesak pengurus wilayah dan cabang untuk tetap independen dan memilih pemimpin yang benar-benar visioner untuk kemajuan organisasi.

Aug 25, 2026 - 02:03
Aug 25, 2026 - 02:03
 0  3
Idrus Marham Peringatkan NU: Jangan Biarkan Organisasi Dijadikan Alat Politik

Reyben - Menjelang Muktamar NU yang akan menjadi momentum penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia, Idrus Marham memberikan peringatan keras kepada seluruh lapisan pengurus. Dia menekankan bahwa organisasi Nahdlatul Ulama harus tetap independen dan tidak boleh terperangkap dalam kepentingan politik praktis yang dapat menggerogoti nilai-nilai fundamental organisasi.

Idrus Marham, yang memiliki pengalaman panjang dalam struktur organisasi NU, mengatakan bahwa pengurus di tingkat wilayah dan cabang memiliki tanggung jawab besar sebagai garda depan. Mereka adalah ujung tombak NU yang berinteraksi langsung dengan masyarakat grassroot, sehingga keputusan dan sikap mereka akan sangat mempengaruhi persepsi publik terhadap organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, integritas dan independensi mereka harus terjaga dengan ketat.

Dalam konteks perhelatan Muktamar NU, Idrus Marham menekankan bahwa proses pemilihan pemimpin organisasi harus benar-benar mencerminkan aspirasi kader dan umat Islam di seluruh nusantara, bukan hanya kepentingan sejumlah kecil tokoh atau kelompok tertentu. Pengurus wilayah dan cabang harus berperan aktif dalam mengidentifikasi dan mengusulkan sosok-sosok yang benar-benar kapabel dan visioner untuk memimpin NU ke periode berikutnya. Kualitas kepemimpinan akan menentukan arah organisasi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menurut Idrus Marham, pemimpin NU yang ideal adalah mereka yang memiliki dedikasi tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keislaman, dan kemasyarakatan, serta mampu menjaga keseimbangan antara peran organisasi sosial keagamaan dengan kehidupan bernegara yang demokratis. Mereka harus berani mengambil posisi moral yang benar meski tidak populer secara politis, dan konsisten dalam memperjuangkan kepentingan umat tanpa tergoyahkan oleh janji-janji materi atau kekuasaan. Komitmen ini adalah kunci untuk memastikan NU tetap relevan dan berwibawa di mata masyarakat luas.

Soroto Idrus Marham terhadap pengurus wilayah juga mencakup aspek transparansi dan akuntabilitas. Dia mendorong agar setiap keputusan strategis dalam proses menjelang Muktamar diambil melalui mekanisme yang jelas, partisipatif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh kader. Ini penting untuk membangun kepercayaan internal dan mencegah terjadinya fraksi atau konflik yang dapat melemahkan organisasi. Ketika seluruh tingkatan organisasi merasa didengar dan dihargai, kohesi organisasi akan lebih kuat dan keputusan yang dihasilkan akan lebih legitim.

Peringatan Idrus Marham ini sejatinya adalah refleksi dari visi besar NU sebagai organisasi yang berdiri atas prinsip kemandirian, kebijaksanaan, dan dedikasi pada nilai-nilai universal. Dengan memastikan bahwa pengurus wilayah dan cabang tetap fokus pada misi substansial organisasi, NU dapat melanjutkan perannya sebagai pemimpin pemikiran Islam yang moderat dan inklusif. Muktamar mendatang adalah kesempatan emas untuk merestart komitmen kolektif ini dan membangun fondasi yang lebih kokoh untuk masa depan organisasi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow