Ibu Manohara Buka Suara Soal Intimidasi: 'Saya Direndahkan Seperti Sampah!'

Daisy Fajarina, ibu kandung Manohara, membuka suara mengenai pengalaman traumatisnya menjadi korban tindakan premanisme dan intimidasi. Dia mengaku diperlakukan dengan sangat tidak hormat dan dipermalukan di depan publik.

Oct 13, 2026 - 11:14
Oct 13, 2026 - 11:14
 0  3
Ibu Manohara Buka Suara Soal Intimidasi: 'Saya Direndahkan Seperti Sampah!'

Reyben - Daisy Fajarina, ibu kandung dari Manohara Odelia Pinot, akhirnya memecah kesunyian untuk menceritakan pengalaman traumatisnya. Perempuan yang kini berusia 60-an tahun ini mengaku pernah menjadi sasaran tindakan premanisme yang membuat hatinya terluka mendalam. Dalam pernyataan eksklusifnya, Daisy mengungkapkan bahwa dirinya diperlakukan dengan sangat tidak hormat oleh sejumlah orang yang belum diungkapkan identitasnya secara detail.

Kejadian yang dialami ibu dari artis dan model terkenal itu terjadi dalam situasi yang membuat Daisy merasa sangat terancam dan dipermalukan di depan publik. Meski tidak secara spesifik menyebutkan waktu dan tempat yang pasti, Daisy menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan verbal dan intimidasi yang jelas-jelas melanggar norma kemanusiaan. 'Saya diperlakukan seolah-olah saya tidak ada artinya,' ungkap Daisy dengan nada sedih namun penuh tekad untuk berbicara jujur.

Sebagai seorang ibu, Daisy mengaku merasa tidak hanya malu untuk dirinya sendiri, tetapi juga khawatir tentang dampak psikologis yang dialami oleh anak-anaknya, khususnya Manohara. Perempuan ini menekankan bahwa keluarganya bukanlah seseorang yang semestinya mendapat perlakuan semacam itu. Dia melanjutkan bahwa pengalaman ini telah membukakan matanya mengenai betapa beringas dan tidak terduganya perilaku manusia di lingkungan sekitarnya. Tindakan premanisme yang dialami Daisy menjadi bukti nyata bahwa tidak peduli siapa nama keluarga Anda, siapa pun bisa menjadi korban pelecehan.

Hingga saat ini, Daisy belum melaporkan insiden tersebut ke pihak berwajib, namun dia menegaskan bahwa dirinya tetap waspada dan berusaha untuk melindungi keluarganya dari tindakan serupa di masa depan. Kisah kelam ini turut menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa kekerasan dan intimidasi dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang status sosial atau latar belakang keluarga. Suara Daisy kini menjadi representasi dari banyak korban lainnya yang mungkin masih takut untuk berbicara.

Reaksi netizen terhadap pengakuan ibu Manohara ini cukup beragam, ada yang menyatakan simpati mendalam, namun ada juga yang menunggu klarifikasi lebih lanjut mengenai detail kejadiannya. Apapun yang terjadi, kecerangan cerita ini menunjukkan pentingnya setiap individu untuk tidak diam ketika menghadapi ketidakadilan dan perlakuan tidak manusiawi. Daisy Fajarina, melalui keberaniannya berbicara, telah menginspirasi banyak orang untuk tidak lagi menjadi korban diam-diam dari premanisme dan intimidasi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow