Ibas Yudhoyono: Konstitusi Harus Tetap Relevan Menghadapi Perubahan Zaman

Wakil Ketua MPR RI Ibas Yudhoyono menekankan pentingnya menjaga relevansi konstitusi di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, agar Undang-Undang Dasar tetap responsif terhadap tantangan era modern.

Oct 21, 2026 - 01:01
Oct 21, 2026 - 01:01
 0  2
Ibas Yudhoyono: Konstitusi Harus Tetap Relevan Menghadapi Perubahan Zaman

Reyben - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, dikenal dengan panggilan Ibas, menyuarakan pentingnya menjaga konstitusi agar tetap selaras dengan dinamika dunia yang terus berkembang pesat. Dalam pandangannya, sebuah konstitusi bukan hanya dokumen statis yang tertinggal di belakang, melainkan instrumen hidup yang harus responsif terhadap tantangan era modern. Ibas menekankan bahwa relevansi Undang-Undang Dasar menjadi kunci untuk memastikan Indonesia dapat beradaptasi tanpa mengorbankan nilai-nilai fundamental yang menjadi fondasi negara.

Pernyataan Ibas datang di tengah era transformasi digital dan perubahan sosial yang menggerakkan cara masyarakat berinteraksi, berpolitik, dan berkontribusi dalam kehidupan bernegara. Dia memandang bahwa konstitusi yang kaku dan tidak responsif dapat menjadi hambatan bagi perkembangan sistem demokrasi yang sehat. Dengan visi yang progresif, Wakil Ketua MPR RI tersebut mengajak semua stakeholder untuk terus melakukan evaluasi kritis terhadap konstitusi, memastikan bahwa setiap pasal tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat kontemporer tanpa kehilangan integritas konstitusionalnya.

Ibas juga menekankan bahwa proses peninjauan konstitusi harus dilakukan dengan matang, melibatkan berbagai perspektif, dan tetap mempertahankan semangat proklamasi kemerdekaan. Menurutnya, perubahan dunia yang mencakup aspek teknologi, ekonomi digital, hingga tata kelola pemerintahan modern menuntut konstitusi untuk fleksibel tanpa menjadi permisif. Dia percaya bahwa melalui dialog konstruktif dan kajian mendalam, bangsa Indonesia dapat menemukan solusi terbaik untuk menjaga keseuaian konstitusi dengan realitas yang terus berubah, sambil tetap menjaga prinsip-prinsip dasar yang telah disepakati sejak kelahiran negara.

Komitmen Ibas terhadap relevansi konstitusi mencerminkan tanggung jawab MPR sebagai lembaga tertinggi yang diamanatkan untuk menjaga dan mengamankan Undang-Undang Dasar. Dia yakin bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi model dalam mengelola keseimbangan antara stabilitas konstitusional dan adaptabilitas terhadap perubahan zaman. Langkah-langkah proaktif dalam memastikan konstitusi tetap berfungsi optimal di masa depan, menurut Ibas, bukan hanya tanggung jawab institusional melainkan komitmen moral terhadap generasi mendatang yang akan mewarisi sistem pemerintahan Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow