Ancaman Iklim El Nino-La Nina Mengancam Ketahanan Pangan: DEN Beri Peringatan ke Prabowo

Dewan Ekonomi Nasional memberikan peringatan keras kepada Pemerintahan Prabowo tentang dampak serius El Nino dan La Nina terhadap ketahanan pangan Indonesia. Diperlukan strategi adaptasi komprehensif untuk mencegah krisis produksi pertanian.

Oct 21, 2026 - 00:41
Oct 21, 2026 - 00:41
 0  2
Ancaman Iklim El Nino-La Nina Mengancam Ketahanan Pangan: DEN Beri Peringatan ke Prabowo

Reyben - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) telah mengeluarkan saran keras kepada Pemerintahan Prabowo terkait ancaman serius yang ditimbulkan oleh fenomena iklim El Nino dan La Nina terhadap produksi pangan nasional. Laporan komprehensif dari lembaga ekonomi tingkat nasional ini mengungkapkan bahwa kedua peristiwa cuaca ekstrem tersebut memiliki dampak signifikan yang tidak bisa diabaikan terhadap ketersediaan bahan pangan di Indonesia. DEN menekankan pentingnya tindakan preventif dan strategi adaptasi yang matang untuk mengantisipasi krisis pangan yang potensial terjadi dalam waktu dekat.

Fenomena El Nino, yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di Pasifik, secara historis mengakibatkan kekeringan berkepanjangan di wilayah-wilayah pertanian utama Indonesia. Kondisi ini menyebabkan pengurangan curah hujan yang drastis, yang pada akhirnya menurunkan produktivitas lahan pertanian secara keseluruhan. Sebaliknya, La Nina membawa dampak berbeda dengan meningkatkan intensitas curah hujan dan menyebabkan banjir serta tanah longsor yang menghancurkan infrastruktur pertanian. DEN menjelaskan bahwa kedua ekstrem iklim ini menciptakan siklus ketidakpastian yang membuat petani Indonesia menghadapi risiko gagal panen yang tinggi.

Dampak langsung dari fenomena iklim tersebut sudah terlihat dalam data produksi padi, jagung, dan komoditas pertanian lainnya. Ketika El Nino melanda, hasil panen menurun drastis karena kekurangan air irigasi dan stres tanaman akibat kekeringan. Di sisi lain, La Nina justru membuat lahan pertanian tergenang air dalam jangka panjang, mencegah penanaman musiman berikutnya. DEN mengkhawatirkan bahwa fluktuasi iklim yang semakin ekstrem akan terus mengganggu siklus produksi pangan, mengakibatkan inflasi harga kebutuhan pokok dan berkurangnya daya beli masyarakat. Lembaga ini merekomendasikan pemerintah untuk mengembangkan sistem pertanian yang lebih resilien dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Untuk mengatasi tantangan ini, DEN menyarankan agar pemerintah Prabowo mengalokasikan anggaran lebih besar untuk infrastruktur irigasi, pengembangan varietas tanaman tahan kekeringan, dan program asuransi pertanian yang komprehensif. Selain itu, perlunya penguatan sistem early warning system untuk cuaca ekstrem dan peningkatan koordinasi antar kementerian terkait pangan dan pertanian. DEN juga menekankan pentingnya edukasi kepada petani mengenai teknik bertani adaptif dan diversifikasi lahan pertanian sebagai strategi mitigasi risiko jangka panjang.

Pemerintah diminta untuk tidak hanya bereaksi saat krisis terjadi, tetapi proaktif mempersiapkan strategi jangka panjang menghadapi anomali iklim. DEN percaya bahwa dengan perencanaan yang matang dan investasi yang tepat, Indonesia masih mampu mempertahankan swasembada pangan meskipun menghadapi tantangan iklim yang semakin kompleks di masa depan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow