Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Solo, Ribuan Warga Terisolir
Banjir bandang melanda Kota Solo pada Selasa malam akibat hujan deras berkepanjangan. Ribuan warga dievakuasi dan sejumlah ruas jalan utama terputus total.
Reyben - Kota Surakarta (Solo) dikejutkan dengan banjir besar-besaran pada Selasa malam (14 April 2026) setelah hujan lebat mengguyur wilayah Solo Raya selama berjam-jam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah melaporkan bahwa intensitas curah hujan mencapai level ekstrem sejak pukul 21.42 WIB, memicu meluapnya beberapa sungai utama di kawasan Surakarta. Data awal menunjukkan sedikitnya 23 kelurahan terdampak langsung dari banjir yang merendam rumah warga hingga ketinggian 1-2 meter di beberapa lokasi.
Kejadian banjir di Solo kali ini menjadi yang terparah dalam tiga tahun terakhir, menggerakkan respon cepat dari berbagai lembaga penanggulangan darurat. Tim penyelamat telah dikerahkan ke wilayah paling parah, terutama di sekitar kelurahan-kelurahan dekat Sungai Bengawan Solo yang merupakan arteri air utama kota. Evakuasi warga dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan helikopter militer untuk menjangkau daerah-daerah terisolir yang sulit diakses. Hingga Rabu pukul 10.00 WIB, setidaknya 1.247 kepala keluarga berhasil dievakuasi ke tempat penampungan sementara yang telah disiapkan di sekolah-sekolah dan fasilitas umum lainnya.
Salah satu dampak serius dari bencana ini adalah terputusnya akses transportasi lintas kota. Jalan utama yang menghubungkan Solo dengan kota-kota sekitarnya tergenang air, memaksa otoritas setempat menutup sementara beberapa ruas jalan protokol. Aktivitas ekonomi di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan juga terhenti total karena lokasi strategis tersebut berada di zona banjir. Pemerintah Kota Solo telah mendeklarasikan status siaga darurat dan meminta bantuan dari Provinsi Jawa Tengah serta pemerintah pusat untuk percepatan penanganan bencana. Potensi kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama dengan pembagian air bersih dan obat-obatan yang telah dimulai di lokasi-lokasi penampungan.
Gubernator Jawa Tengah telah mengunjungi langsung lokasi bencana dan menjanjikan dukungan penuh untuk rehabilitasi infrastruktur yang rusak. Cuaca ekstrem ini diduga berkaitan dengan perubahan iklim global yang menyebabkan pola hujan menjadi tidak terduga. Berdasarkan perkiraan BMKG, intensitas hujan diperkirakan masih akan berlanjut hingga Kamis dengan potensi penambahan genangan di beberapa wilayah. Pemerintah lokal sedang melakukan kajian mendalam terkait sistem drainase dan tata ruang kota untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang, sambil fokus pada pemulihan kondisi kota dalam fase emergency response ini.
What's Your Reaction?