Hari Ketujuh Pencarian KM Virgo: 126 Penumpang Masih Hilang, DVI Butuh Data Penting dari Keluarga
Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 memasuki hari ketujuh dengan 126 penumpang masih hilang. Tim DVI meminta data lengkap dan informasi medis dari keluarga korban untuk mempercepat proses identifikasi.
Reyben - Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) kapal pesiar KM Virgo Transport 8 memasuki fase kritis. Hingga hari ketujuh, tim DVI (Disaster Victim Identification) masih mencari 126 penumpang dari total 243 orang yang berada di kapal saat tragedi terjadi. Upaya identifikasi korban mengalami kendala signifikan karena keterbatasan data diri penumpang yang lengkap, mendorong pihak berwenang untuk meminta bantuan aktif keluarga korban dalam proses verifikasi.
Tim DVI telah mengidentifikasi sejumlah korban yang ditemukan, namun masih terdapat kesenjangan data yang cukup besar. Proses identifikasi jenazah memerlukan informasi medis spesifik seperti riwayat penyakit, operasi, ciri-ciri fisik khusus, hingga catatan gigi yang dapat membedakan satu individu dengan individu lain. Dalam situasi seperti ini, keluarga menjadi sumber informasi yang paling berharga dan sering kali satu-satunya yang memiliki detail personal korban.
Pihak otoritas telah mengeluarkan permintaan formal kepada keluarga korban untuk segera menyerahkan dokumen pendukung identitas mereka. Dokumen-dokumen seperti kartu tanda penduduk, paspor, kartu asuransi kesehatan, hingga foto-foto pribadi diminta untuk memastikan proses identifikasi berjalan cepat dan akurat. Selain itu, Tim DVI juga membutuhkan keterangan lisan mengenai ciri-ciri unik korban, riwayat medis, dan informasi biometrik lainnya yang dapat membantu proses pencocokan data.
Proses SAR yang berlangsung selama seminggu ini telah menunjukkan tantangan geografis yang kompleks. Lokasi kapal yang tenggelam berada di perairan dengan kondisi arus yang kuat dan kedalaman signifikan, membuat operasi penyelamatan menjadi sangat sulit dan memakan waktu. Kondisi cuaca yang tidak mendukung juga sempat menghambat upaya pencarian di beberapa periode. Meski demikian, tim gabungan dari berbagai lembaga terus bekerja tanpa henti untuk menemukan dan mengidentifikasi semua korban.
Keterlibatan keluarga korban dalam proses ini bukan hanya sekedar prosedur administratif, tetapi merupakan langkah krusial yang dapat mempercepat identifikasi dan memberikan kepastian kepada keluarga. DVI menekankan bahwa setiap informasi yang diberikan keluarga, sekecil apapun, dapat menjadi kunci dalam proses pencocokan DNA dan data biometrik lainnya. Koordinasi antara keluarga, pihak kepolisian, dan lembaga terkait lainnya menjadi semakin penting mengingat jumlah korban yang masih belum ditemukan cukup besar.
What's Your Reaction?