Gubernur Sultra Luncurkan Strategi Agresif Maksimalkan PAD dan Perbaiki Manajemen Keuangan Daerah
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka merancang enam strategi terobosan untuk menggenjot pendapatan daerah dan memperkuat tata kelola keuangan, dengan melibatkan SKPD dan masyarakat dalam upaya transformasi finansial yang komprehensif.
Reyben - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan tekad serius untuk mengerek pendapatan asli daerah (PAD) dan meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran. Gubernur Andi Sumangerukka Rahmatullah (ASR) mengumumkan akan menerapkan enam langkah strategis sebagai roadmap transformasi finansial yang komprehensif. Komitmen ini bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata untuk mengubah arsitektur keuangan daerah Sultra agar lebih sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi nasional.
Keenam strategi yang digulirkan mencakup optimalisasi sumber pendapatan yang belum tergali maksimal, penguatan mekanisme transparansi dalam setiap transaksi keuangan, hingga modernisasi sistem informasi manajemen aset daerah. Gubernur ASR percaya bahwa dengan pendekatan holistik ini, Sultra dapat mengurangi ketergantungan pada transfer dari pusat dan menciptakan kemandirian fiskal yang lebih kuat. Fokus pada tata kelola yang baik juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan uang rakyat, sekaligus membuka peluang investasi baru dari sektor swasta.
Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi Sultra akan melibatkan seluruh elemen, mulai dari SKPD, pemerintah daerah kabupaten/kota, hingga masyarakat sipil sebagai pengawas independen. Langkah koordinasi lintas sektor ini dirancang untuk memastikan setiap inisiatif berjalan sinkron tanpa benturan kepentingan. Dengan pendekatan partisipatif, diharapkan target peningkatan PAD yang ambisius dapat tercapai sekaligus menjaga integritas sistem pengelolaan anggaran dari praktik-praktik bermasalah.
Gubernur ASR juga menekankan pentingnya perubahan mindset di tingkat birokrasi untuk memandang efisiensi anggaran bukan sebagai pembatasan, tetapi sebagai kesempatan berinovasi. Program pelatihan dan capacity building untuk aparatur sipil negara akan dipercepat agar mereka mampu mengelola sumber daya dengan lebih cerdas. Investasi dalam SDM ini dinilai sebagai kunci untuk mewujudkan transformasi finansial yang berkelanjutan dan menguntungkan seluruh masyarakat Sultra dalam jangka panjang.
What's Your Reaction?