Golkar: NU Harus Berhenti Main-main Politik Lokal, Saatnya Ambil Panggung Nasional

Sekjen Golkar Sarmuji mengajak NU untuk berhenti terlibat dalam 'politik kecil' lokal dan sebaliknya fokus pada 'politik besar' yang berorientasi pada kepentingan kebangsaan. Langkah strategis ini akan membuat NU semakin diperhitungkan dalam perpolitikan nasional Indonesia.

Jul 3, 2026 - 00:12
Jul 3, 2026 - 00:12
 0  0
Golkar: NU Harus Berhenti Main-main Politik Lokal, Saatnya Ambil Panggung Nasional

Reyben - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengajak Nahdlatul Ulama (NU) untuk melakukan evaluasi strategis dalam perjalanan politiknya. Menurut Sarmuji, organisasi Islam terbesar di Indonesia ini perlu mengambil langkah berani meninggalkan zona nyaman "politik kecil" dan beralih fokus ke arena "politik besar" yang memiliki dampak kebangsaan lebih luas. Seruan ini disampaikan dalam konteks pemantapan posisi NU sebagai pemain serius dalam perpolitikan nasional, bukan sekadar figur marginal di tingkat lokal.

Sarmuji menekankan bahwa NU memiliki potensi luar biasa yang belum dimaksimalkan dalam skala nasional. Dengan basis massa yang kuat dan jaringan organisasi yang tersebar di hampir seluruh pelosok negeri, NU sebenarnya mampu menjadi kekuatan dominan dalam merumuskan kebijakan dan arah bangsa. Namun, menurut analisis Sekjen Golkar ini, organisasi pimpinan Naib Rais Aam KH. Miftachul Akhyar tersebut sering terjebak dalam isu-isu parsial dan kepentingan kelompok kecil yang tidak berkontribusi signifikan terhadap kemajuan nasional. Pergeseran paradigma ini, kata Sarmuji, menjadi kunci agar NU semakin diperhitungkan dan memiliki pengaruh nyata dalam pengambilan keputusan strategis negara.

Pandangan Sarmuji mencerminkan dinamika internal yang sedang berkembang dalam ekosistem organisasi Islam Indonesia. NU sebagai organisasi dengan jutaan anggota dan simpatisan, memiliki kesempatan emas untuk memperkuat posisinya di panggung politik nasional. Pertanyaannya adalah apakah kepemimpinan NU saat ini siap untuk transisi dari "pemain lokal" menjadi "pemain kelas dunia" dalam hal merumuskan visi kebangsaan. Dengan memasuki fase baru ini, NU bisa memanfaatkan kekuatan intelektual dan moral yang dimilikinya untuk berkontribusi pada pembangunan dan stabilitas nasional dalam skala yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Transformasi strategic NU menuju arena nasional juga akan memberikan nilai tambah bagi ekosistem politik Indonesia secara keseluruhan. Ketika organisasi besar seperti NU memusatkan energinya pada isu-isu fundamental kebangsaan—seperti pembangunan ekonomi inklusif, pendidikan berkualitas, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan—maka akan tercipta dinamika politik yang lebih sehat dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Sarmuji dengan pernyataannya ini juga memberikan sinyal bahwa Golkar, sebagai salah satu partai pendukung pemerintah, terbuka untuk kerjasama lebih substantif dengan NU apabila organisasi tersebut sungguh-sungguh berkomitmen pada agenda-agenda berskala nasional yang mengutamakan kepentingan bersama.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow