Giorgio Antonio Buka Suara Pakai Bahasa Inggris, Malah Dapat Badai Komentar Pedas dari Netizen

Giorgio Antonio muncul kembali dengan video klarifikasi, namun pilihan menggunakan bahasa Inggris justru memicu badai kritik dari netizen yang menganggap pendekatan ini kurang tepat sasaran.

Jul 18, 2026 - 06:28
Jul 18, 2026 - 06:28
 0  1
Giorgio Antonio Buka Suara Pakai Bahasa Inggris, Malah Dapat Badai Komentar Pedas dari Netizen

Reyben - Setelah menghilang dari sorotan publik beberapa waktu lalu, Giorgio Antonio akhirnya memutuskan untuk berbicara langsung kepada publik. Pengusaha asal Italia yang dikenal sebagai kekasih Sarwendah ini memilih medium video untuk memberikan klarifikasi atas berbagai isu yang mengelilingi dirinya. Namun, pilihan bahasa komunikasi justru menjadi bumerang yang mengundang gelombang kritikan dari para pengguna media sosial. Alih-alih mendapat dukungan, video klarifikasi Giorgio malah menjadi pembicaraan hangat di timeline Instagram dan platform digital lainnya.

Dalam video klarifikasinya yang diunggah di Instagram, Giorgio Antonio memutuskan menggunakan bahasa Inggris sebagai medium komunikasi utama. Keputusan ini ternyata bukan sekadar pilihan teknis semata, melainkan memicu berbagai pertanyaan dan spekulasi dari netizen yang merasa tidak nyaman dengan pendekatan tersebut. Banyak yang menganggap penggunaan bahasa Inggris terasa tidak pas mengingat konteks situasi dan audiensnya yang mayoritas adalah masyarakat Indonesia yang ingin mendengarkan penjelasan langsung dalam bahasa lokal. Ini menciptakan jarak komunikasi yang seharusnya bisa dijembatani dengan lebih efektif.

Kritik netizen tidak hanya berfokus pada pilihan bahasa, tetapi juga menyentuh soal substansi pesan yang ingin disampaikan. Banyak komentar yang menyebut bahwa penggunaan bahasa Inggris justru membuat pesan klarifikasi terasa kurang autentik dan terkesan dipoles dengan rapi untuk kepentingan image laundry. Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan niat sebenarnya di balik pilihan bahasa tersebut, dengan menganggap ini sebagai strategi untuk mengaburkan pesan yang ingin disampaikan kepada publik Indonesia. Harmoni komunikasi yang diharapkan justru berubah menjadi pro-kontra yang semakin memanas di berbagai platform diskusi online.

Kasus Giorgio Antonio ini menjadi pembelajaran menarik tentang betapa pentingnya konteks dan strategi komunikasi dalam menghadapi krisis publik di era digital. Transparansi dan keterbukaan memang menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan publik kembali, namun caranya juga harus sesuai dengan ekspektasi dan preferensi audiens target. Ketika seseorang memilih untuk berbicara kepada publik Indonesia tentang isu yang menyentuh kehidupan pribadi mereka, penggunaan bahasa lokal bukan hanya soal teknis, melainkan juga tentang menunjukkan rasa menghormati dan keinginan untuk berkompromi dengan audiens yang dituju. Video klarifikasi Giorgio Antonio menjadi contoh konkret bagaimana keputusan komunikasi yang tidak tepat sasaran bisa mengubah narasi dari defensive menjadi semakin merugikan posisinya di mata publik.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow