Gibran Ajak Tim Psikolog Muda UI Turun Langsung Dampingi Korban Gempa NTT

Wakil Presiden Gibran membawa rombongan mahasiswa Fakultas Psikologi UI menuju NTT untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban gempa. Langkah ini menandai perubahan paradigma dalam penanganan bencana nasional.

Aug 20, 2026 - 11:17
Aug 20, 2026 - 11:17
 0  4
Gibran Ajak Tim Psikolog Muda UI Turun Langsung Dampingi Korban Gempa NTT

Reyben - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memutuskan untuk bergerak cepat dalam merespons bencana gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur. Kali ini, dia tidak datang sendiri melainkan membawa rombongan mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia untuk memberikan dukungan psikologis kepada para korban. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam penanganan bencana yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, melainkan juga kesehatan mental masyarakat yang traumatis.

Kehadiran tim psikolog muda dari UI menjadi bagian penting dalam misi kemanusiaan ini. Mereka akan bertugas memberikan konseling dan pendampingan emosional kepada korban gempa yang tentunya masih dalam kondisi shock dan trauma. Para mahasiswa tersebut telah dipersiapkan dengan pengetahuan mendalam tentang cara menangani kasus krisis psikologis pasca-bencana alam. Dengan melibatkan generasi muda berbakat ini, pemerintah menciptakan ekosistem bantuan yang komprehensif dan berkelanjutan di tingkat akademik.

Perjalanan menuju NTT ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa UI untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di kelas ke situasi nyata. Ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan panggilan kemanusiaan yang akan membentuk karakter profesional mereka di masa depan. Dengan didampingi Wapres secara langsung, mahasiswa ini mendapat pengalaman berharga dalam menangani situasi krisis yang kompleks dan memerlukan sensitivitas tinggi terhadap korban bencana.

Inisiatif Gibran menghadirkan perspektif baru dalam penanganan bencana nasional. Selama ini, respons terhadap gempa bumi cenderung berfokus pada bantuan material dan rekonstruksi infrastruktur. Namun, upaya kali ini menunjukkan bahwa dimensi psikologis sama pentingnya dengan aspek fisik. Trauma jangka panjang dari bencana alam sering kali diabaikan, padahal dampaknya bisa berlangsung bertahun-tahun jika tidak ditangani dengan baik. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi penanganan bencana di daerah lain.

Kerjasama antara pemerintah pusat, universitas terkemuka, dan komunitas akademik menunjukkan sinergi yang positif dalam menghadapi tantangan kemanusiaan. Tim dari UI tidak datang dengan agenda politis, melainkan murni dengan niat membantu masyarakat yang membutuhkan. Rombongan ini juga akan mengumpulkan data dan pengalaman yang dapat digunakan untuk pengembangan program-program intervensi psikologis yang lebih baik di masa depan. Dengan pendekatan holistik seperti ini, pemerintah membuktikan bahwa kesejahteraan rakyat adalah prioritas utama, terutama dalam situasi darurat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow