Dua Warga Indonesia Terluka dalam Insiden Serangan di Bandara Raja Fahd Riyadh
Dua warga Indonesia terluka dalam serangan di Bandara Raja Fahd Riyadh. KBRI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau jadwal penerbangan secara berkala.
Reyben - Dua warga negara Indonesia mengalami luka-luka setelah terjadi serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi di area Bandara Internasional Raja Fahd, Riyadh, Arab Saudi pada hari Jumat pagi. Kedua korban dilaporkan sedang berada di terminal keberangkatan bandara saat insiden terjadi. Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh segera mengambil langkah untuk memberikan bantuan konsular kepada korban sambil memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut.
Menurut keterangan awal dari pihak berwenang Saudi Arabia, serangan tersebut menimbulkan kepanikan di antara para penumpang yang sedang menunggu keberangkatan. KBRI Riyadh telah menginstruksikan seluruh warganya untuk tetap tenang dan menghindari area yang berpotensi membahayakan. Tim medis setempat telah memberikan pertolongan pertama kepada kedua korban WNI, dan kondisi kesehatan mereka saat ini masih dipantau di fasilitas kesehatan terdekat. Pihak konsulat juga telah menghubungi keluarga korban untuk memberikan informasi terkini mengenai status dan kondisi mereka.
Dalam pernyataan resminya, KBRI Riyadh mengimbau seluruh warga Indonesia yang berada di wilayah Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan yang masih dinamis. Khususnya bagi mereka yang merencanakan perjalanan melalui Bandara Raja Fahd Riyadh, direkomendasikan untuk memantau jadwal penerbangan secara real-time melalui aplikasi maskapai atau website resmi bandara. KBRI juga menyarankan warga untuk menghubungi hotline konsulat apabila memerlukan bantuan darurat atau informasi lebih lanjut mengenai situasi keamanan di Arab Saudi.
Penerbangan di Bandara Raja Fahd Riyadh kembali beroperasi secara normal setelah proses verifikasi keamanan dilakukan oleh otoritas bandara setempat. Namun, beberapa penerbangan mengalami keterlambatan sebagai akibat dari protokol keamanan yang ditingkatkan. KBRI terus bekerja sama dengan pemerintah Arab Saudi dan maskapai penerbangan untuk memastikan keselamatan seluruh warga Indonesia yang berada di wilayah tersebut. Bagi yang ingin mendapatkan informasi terbaru mengenai situasi keamanan dan bantuan konsular, dapat menghubungi KBRI Riyadh melalui nomor telepon yang telah disiapkan untuk layanan darurat 24 jam.
What's Your Reaction?