DPR Dorong Audit Menyeluruh Data Desil untuk Jangan sampai Siswa Miskin Tersingkir dari KIP

DPR mengusulkan tim evaluasi khusus untuk mengaudit data DTSEN penerima KIP agar program bantuan pendidikan benar-benar menjangkau keluarga rentan yang seharusnya mendapat manfaat.

Aug 25, 2026 - 20:10
Aug 25, 2026 - 20:10
 0  3
DPR Dorong Audit Menyeluruh Data Desil untuk Jangan sampai Siswa Miskin Tersingkir dari KIP

Reyben - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan pembentukan tim khusus untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap data Desil Tiga Socio Economic Near (DTSEN) yang menjadi acuan pemerintah dalam menentukan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Langkah ini diambil karena kekhawatiran bahwa database yang ada saat ini belum sepenuhnya akurat dalam menangkap kondisi riil kemiskinan di lapangan, khususnya untuk keluarga-keluarga yang seharusnya menerima bantuan pendidikan namun terlewatkan.

Permasalahan validitas data DTSEN menjadi krusial mengingat KIP merupakan program strategis yang dirancang untuk memastikan anak-anak dari keluarga ekonomi lemah tetap dapat mengakses pendidikan dengan baik. Jika data yang digunakan tidak akurat, dampaknya bukan sekadar administrasi belaka, melainkan hilangnya kesempatan ribuan anak Indonesia untuk melanjutkan sekolah. Evaluasi yang mendalam dinilai perlu untuk memverifikasi apakah DTSEN benar-benar mencerminkan peta kemiskinan sosial ekonomi masyarakat atau justru banyak yang terlewat dari pendataan.

Fraksi-fraksi di DPR sepakat bahwa tim khusus ini harus melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari kementerian terkait, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga perwakilan dari daerah-daerah yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi. Pendekatan lintas sektoral ini dirasa perlu agar evaluasi tidak hanya berbasis angka, tetapi juga mempertimbangkan konteks sosial budaya lokal yang sangat beragam di seluruh nusantara. Dengan cara ini, tim dapat mengidentifikasi celah-celah dalam sistem yang menyebabkan inklusivitas program tidak optimal.

Rencana pembentukan tim audit ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas data kependudukan dan ekonomi yang selama ini menjadi fondasi berbagai program sosial. Diharapkan hasil evaluasi dapat memberikan rekomendasi konkret untuk penyempurnaan metodologi pengumpulan dan analisis data DTSEN, sehingga program KIP bisa menjangkau semua anak yang benar-benar membutuhkan tanpa ada yang terlewatkan. Momentum ini dilihat sebagai kesempatan emas untuk membuat sistem yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat marginal.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow