Dodhy Kangen Band Beri Ultimatum Tegas: Mantan Anggota Dilarang Pakai Lagu-Lagu Legendaris

Dodhy dari Kangen Band memberikan ultimatum tegas kepada mantan anggota grup untuk tidak boleh membawakan lagu-lagu ciptaan mereka setelah grup bubar. Keputusan ini menunjukkan komitmen untuk menjaga hak cipta dan integritas karya seni.

Sep 13, 2026 - 09:02
Sep 13, 2026 - 09:02
 0  3
Dodhy Kangen Band Beri Ultimatum Tegas: Mantan Anggota Dilarang Pakai Lagu-Lagu Legendaris

Reyben - Dunia musik Indonesia kembali diguncang berita menggelegar. Setelah perjalanan panjang selama puluhan tahun, Kangen Band resmi memutuskan untuk bubar. Namun, sebelum tirai ditutup selamanya, Dodhy—gitaris sekaligus co-founder grup legendaris asal Bandar Lampung itu—melontarkan pernyataan yang cukup mencengangkan. Dia secara terang-terangan menegaskan bahwa mantan anggota Kangen Band tidak diperbolehkan untuk membawakan lagu-lagu yang merupakan hasil ciptaannya. Pernyataan ini bagaikan bom yang meledak di tengah kesedihan fans yang masih meratapi kepergian group idol mereka.

Dodhy rupanya ingin menjaga hak cipta dan aset intelektual yang selama ini menjadi fondasi kesuksesan Kangen Band. Dalam pandangan gitaris berbakat ini, lagu-lagu yang telah diciptakan adalah milik kolektif yang tidak semestinya digunakan untuk kepentingan individu pasca-bubarnya grup. Pernyataan yang keras ini jelas merefleksikan keinginannya untuk mempertahankan integritas karya-karya monumental yang telah menggebrak industri musik tanah air. Tak hanya itu, keputusan ini juga bisa dilihat sebagai langkah protektif terhadap warisan Kangen Band yang telah meninggalkan jejak mendalam di hati jutaan penggemar setia selama bertahun-tahun.

Kabar pembubaran Kangen Band sendiri telah menciptakan gelombang emosi yang cukup besar di kalangan penggemar dan industri musik Indonesia. Grup yang pernah menjadi sorotan utama dengan lagu-lagu hits seperti "Restoran Cemara" dan karya-karya fenomenal lainnya ini meninggalkan legacy yang tak terlupakan. Namun, keputusan Dodhy untuk memberikan batasan pada penggunaan lagu-lagu tersebut menunjukkan bahwa proses bubarnya grup ini bukan sekadar perpecahan biasa. Ada nilai-nilai prinsipil dan perlindungan terhadap karya seni yang menjadi pertimbangan utama di balik keputusan tersebut. Ini membuktikan bahwa Dodhy tidak hanya ingin menutup chapter Kangen Band dengan baik-baik saja, tetapi juga menjaga standar profesional dan etika bermusik.

Peringatan keras dari Dodhy ini juga mengandung makna mendalam tentang bagaimana sebuah grup musik yang telah dibangun dari nol harus diakhiri dengan penuh tanggung jawab. Bukan hanya tentang emosi atau dendam pribadi, tetapi lebih kepada penegakan aturan dan hukum yang berlaku dalam industri kreatif. Setiap lagu yang dilahirkan oleh Kangen Band adalah hasil kolaborasi, dedikasi, dan karya keras yang tidak bisa begitu saja diklaim atau digunakan oleh individu tertentu. Dengan memberi pernyataan tegas ini, Dodhy seolah mengingatkan semua pihak bahwa musik adalah seni yang perlu dihormati dan dijaga integritasnya. Keputusan ini menjadi pelajaran berharga bagi grup-grup musik lain yang mungkin nantinya menghadapi situasi serupa.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow