Dedi Mulyadi Jamin Nasib Pengumpul Koin Jembatan Sewo: Rp50 Ribu Setiap Hari Tanpa Kompromi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan kompensasi Rp50.000 per hari kepada para pengumpul koin di Jembatan Sewo sebagai wujud komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan kelompok pekerja informal.

Mar 20, 2026 - 23:18
Mar 20, 2026 - 23:18
 0  0
Dedi Mulyadi Jamin Nasib Pengumpul Koin Jembatan Sewo: Rp50 Ribu Setiap Hari Tanpa Kompromi

Reyben - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah humanis yang patut diapresiasi dengan memberikan tunjangan harian kepada para pengumpul koin di Jembatan Sewo, lokasi strategis yang menghubungkan Indramayu dan Subang. Keputusan ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap nasib mereka yang setiap hari berjuang mengumpulkan koin dari pengendara yang melintas. Besaran kompensasi yang ditetapkan adalah Rp50.000 per orang setiap harinya, sebuah nominal yang dirancang untuk memberikan jaminan hidup minimum bagi para pekerja informal ini yang selama ini mengandalkan sepenuhnya dari koin yang terkumpul dari jalan raya.

Program ini merupakan respons konkret terhadap realitas sosial yang selama ini terabaikan di infrastruktur jalan tol dan jembatan nasional. Para pengumpul koin, sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga kurang mampu, sering menghadapi ketidakpastian penghasilan harian. Musim mudik menjadi momentum penting karena intensitas kendaraan meningkat drastis, namun juga membawa risiko kecelakaan yang lebih tinggi. Dengan memberikan kompensasi tetap, Gubernur Dedi Mulyadi menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab sosial untuk melindungi kelompok rentan masyarakat yang bekerja di sektor informal tanpa perlindungan sosial yang memadai.

Kebijakan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah Jabar dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif. Bukan sekadar memberikan uang, namun ada filosofi yang lebih dalam tentang pengakuan atas kontribusi mereka dalam aktivitas ekonomi lokal. Setiap rupiah yang mereka kumpulkan adalah bukti dari kerja keras dan dedikasi untuk bertahan hidup. Melalui program ini, Dedi Mulyadi membuka percakapan penting tentang bagaimana negara seharusnya menghargai setiap lapisan masyarakat yang berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model yang ditiru oleh daerah-daerah lain dalam menangani kelompok pekerja informal serupa.

Pelaksanaan program selama periode arus mudik menandakan bahwa pemerintah memprioritaskan kesejahteraan masyarakat pada saat-saat kritis ketika mobilitas tinggi dan risiko meningkat. Dengan adanya jaminan finansial ini, para pengumpul koin dapat bekerja dengan lebih fokus tanpa khawatir penghasilan minimum tidak terpenuhi. Langkah Dedi Mulyadi ini kiranya menjadi catatan penting bagi kepemimpinan yang responsif dan peduli terhadap realitas kehidupan rakyat jelata di garis depan layanan publik.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow