Dari Tegur Sampai Viral: Satpam MRT Bongkar Detik-Detik Dramatis Berhadapan dengan Oknum Polisi di Bundaran HI

Fiktor Harefa, satpam proyek MRT Jakarta, membongkar kronologi lengkap saat dia berani menegur oknum polisi yang melanggar lalin. Dari ketakutan hingga menerima dukungan publik, kisah tegangnya menjadi sorotan tentang keberanian berbuat benar.

Jul 26, 2026 - 02:40
Jul 26, 2026 - 02:40
 0  0
Dari Tegur Sampai Viral: Satpam MRT Bongkar Detik-Detik Dramatis Berhadapan dengan Oknum Polisi di Bundaran HI

Reyben - Fiktor Harefa, seorang satpam proyek MRT Jakarta, akhirnya memutuskan untuk berbicara setelah kronologinya menjadi pembicaraan publik. Pria yang berani menegur seorang oknum anggota polisi karena melanggar peraturan lalu lintas di Bundaran HI itu mengungkapkan momen-momen mendebarkan yang dialaminya. Dari awal kontak hingga viral di media sosial, Fiktor membuka seluruh lembaran peristiwa yang mengubah hidupnya dalam sekejap waktu.

Dalam pernyataannya, Fiktor menjelaskan bahwa dia hanya melakukan tugasnya sebagai satpam yang profesional. Saat melihat seseorang melanggar lalin di kawasan Bundaran HI, naluri kerjanya mendorong untuk memberikan peringatan. Namun, yang tidak terduga adalah ketika dia baru menyadari bahwa orang yang dia tegur ternyata seorang anggota polisi. "Saya tidak tahu kalau dia polisi. Saya hanya melihat ada yang melanggar, dan tugas saya adalah mencegah hal itu," ujar Fiktor dengan nada yang masih terasa gugup. Momen pertama ketika identitas polisi tersebut terbongkar membuat darahnya rasanya membeku.

Setelah video percakapannya tersebar di internet dan menjadi trending, Fiktor mengaku mengalami tekanan psikologis yang luar biasa. Dia mengungkapkan ketakutannya akan dilaporkan balasan oleh oknum polisi tersebut, yang bisa berakibat pada nasibnya sebagai satpam. "Saya takut akan dipecat dari pekerjaan. Saya juga takut kalau dilaporkan dengan tuduhan palsu. Pikiran saya kalut untuk tidur selama berhari-hari," akunya dengan suara yang memecah. Fiktor bahkan menceritakan momen-momen dia menangis sendirian, memikirkan masa depan yang tidak jelas di depan mata.

Namun, dukungan dari publik dan berbagai pihak perlahan-lahan membuat Fiktor pulih dari trauma awalnya. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya melakukan hal yang benar tanpa memandang jabatan atau posisi seseorang. Kisah Fiktor menjadi refleksi menarik tentang integritas, keberanian berbuat benar, dan dampak sosial media dalam memperkuat atau melemahkan posisi seseorang. Saat ini, Fiktor terus bekerja sambil berharap bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya taat pada aturan, tidak peduli siapa yang terlibat.

Peristiwa ini juga membuka dialog publik yang lebih luas tentang hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil. Banyak yang menyoroti pentingnya accountability dan profesionalisme dalam setiap lapisan pemerintah. Fiktor, yang awalnya hanya seorang satpam yang melaksanakan tugas rutin, kini telah menjadi simbol perjuangan untuk keadilan dan kesetaraan di depan hukum.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow