Dari Pasangan Idola hingga Bercerai: Sisi Gelap Hubungan 11 Tahun Shakira dan Gerard Pique yang Penuh Drama
Hubungan 11 tahun Shakira dan Gerard Piqué berakhir dengan penuh drama pada 2022. Dari isu perselingkuhan hingga perebutan hak asuh anak, kisah cinta mereka menjadi sorotan media internasional.
Reyben - Kehidupan kasih sayang selebriti memang selalu menjadi sorotan publik. Kali ini, kita kembali mengingat kisah cinta Shakira dan Gerard Piqué yang sempat dianggap sebagai salah satu pasangan paling romantis di dunia hiburan. Namun, perjalanan cinta keduanya tidak berakhir dengan kisah dongeng. Sebaliknya, putusnya hubungan mereka pada 2022 membawa segudang kontroversi, mulai dari isu perselingkuhan hingga perebutan hak asuh anak-anak mereka. Kisah ini menjadi reminder bahwa di balik glamor dan sorotan kamera, ada cerita kelam yang menyedihkan.
Shakira dan Gerard Piqué mulai menjalin hubungan sekitar tahun 2011 setelah bertemu di set video klip lagu "Waka Waka" untuk Piala Dunia Afrika Selatan. Dari saat itu, mereka menjadi pasangan yang selalu bersama, mendampingi satu sama lain di berbagai acara bergengsi. Perjalanan cinta mereka berlanjut dengan kelahiran dua anak, Milan pada 2013 dan Sasha pada 2015. Selama satu dekade lebih, hubungan mereka dianggap stabil dan harmonis di hadapan media massa. Fans dari kedua belah pihak sering membagikan momen manis mereka di media sosial, menjadikan Shakira dan Piqué sebagai pasangan yang disegani dan diidolakan banyak orang.
Namun, semua berubah ketika pada Juni 2022, Shakira mengumumkan bahwa dirinya dan Piqué telah memutuskan untuk berpisah. Pengumuman ini datang begitu mengejutkan karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya masalah dalam hubungan mereka. Tak lama setelah itu, media mulai membongkar berbagai rumor tentang alasan sebenarnya di balik perpisahan ini. Salah satu isu yang paling memukul adalah adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Piqué. Beberapa laporan media menunjukkan bahwa bek legendaris Barcelona itu diduga menjalin hubungan dengan seorang wanita muda bernama Clara Chia Marti, yang bekerja di perusahaan events miliknya. Isu ini tentu saja membuat posisi Shakira semakin sulit, mengingat pengorbanan besar yang telah ia lakukan selama menjalin hubungan dengan Piqué.
Perpisahan Shakira dan Piqué bukan hanya soal putusnya ikatan emosional, tetapi juga memicu sejumlah masalah hukum yang kompleks, terutama terkait hak asuh anak-anak mereka. Keduanya terlibat dalam perebutan hak asuh Milan dan Sasha dengan masing-masing pihak berusaha mempertahankan hak mereka. Piqué menginginkan anak-anak tetap tinggal di Barcelona, tempat dia berkarir, sementara Shakira lebih memilih untuk membawa anak-anak ke Miami, Amerika Serikat. Proses hukum ini memakan waktu bertahun-tahun dan melibatkan berbagai negosiasi yang cukup rumit. Pada akhirnya, kesepakatan terjadi di mana Shakira diberikan hak asuh utama atas kedua anaknya, meskipun Piqué tetap memiliki akses dan waktu bersama mereka.
Kisah perpisahan Shakira dan Gerard Piqué ini memberikan pembelajaran penting tentang bagaimana bahkan pasangan yang tampak sempurna di mata publik juga bisa mengalami kesulitan dalam hubungan mereka. Perjalanan mereka dari pasangan yang romantis hingga berakhir dengan konflik hukum merupakan bukti nyata bahwa kehidupan pribadi selebriti jauh lebih kompleks dari yang ditampilkan di media. Keduanya kini telah melanjutkan hidup mereka masing-masing, dengan Shakira terus berkembang dalam karirnya dan Piqué juga mulai menjalin hubungan baru. Meskipun perpisahan mereka penuh dengan drama dan kontrovesi, semoga kedua mantan pasangan ini dapat fokus pada kesejahteraan anak-anak mereka di masa depan.
What's Your Reaction?