Dari Abu Rumah, Pengusaha Kain Songket Sasak Bangkit Bersama PNM Mekaar

Nasabah Mekaar di Desa Sade, Lombok, kehilangan rumah dan usaha mereka, namun mendapat dukungan penuh dari PNM Mekaar untuk membangun kembali kehidupan ekonomi mereka melalui produksi kain songket tradisional Sasak.

Aug 31, 2026 - 15:54
Aug 31, 2026 - 15:54
 0  5
Dari Abu Rumah, Pengusaha Kain Songket Sasak Bangkit Bersama PNM Mekaar

Reyben - Bencana alam bisa datang kapan saja dan menghancurkan segalanya dalam sekejap. Namun, semangat untuk bangkit ternyata lebih kuat dari rasa putus asa. Itulah yang dialami oleh para nasabah Mekaar di Desa Sade, Lombok, yang kehilangan rumah dan tempat usaha mereka akibat musibah yang menimpa. Melalui dukungan dari Program Mekaar milik Perusahaan Negara Mikro (PNM), mereka kini menemukan harapan baru untuk membangun kembali kehidupan ekonomi mereka. Kisah inspiratif ini menunjukkan bagaimana lembaga keuangan mikro dapat menjadi lengan persahabatan bagi mereka yang paling membutuhkan.

Di tengah kehancuran yang menerpa, para pengrajin kain songket tradisional Sasak tidak menyerah. Kain songket dan selendang bermotif khas Sasak yang mereka hasilkan bukan sekadar produk tekstil biasa. Karya-karya tersebut adalah bukti nyata identitas budaya Lombok yang telah diwariskan turun-temurun selama berabad-abad. Setiap helai benang yang mereka tenun mengandung cerita, makna, dan nilai seni yang dalam. Produk-produk ini tidak hanya menopang perekonomian keluarga mereka, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang signifikan bagi Lombok. Ketika rumah dan tempat usaha mereka hilang, sebenarnya yang terancam adalah tidak hanya penghidupan mereka, melainkan juga warisan budaya yang perlu dilestarikan.

PNM Mekaar memahami situasi krusial ini dengan sangat baik. Bukan sekadar memberikan pinjaman, program ini hadir sebagai mitra sejati yang memahami tantangan yang dihadapi pengrajin lokal. Tim dari PNM turun langsung mendampingi setiap nasabah, mendengarkan cerita mereka, dan merancang solusi finansial yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Mereka tidak hanya memberikan modal kerja, tetapi juga memberikan dukungan moral dan bimbingan bisnis yang komprehensif. Pendekatan personal ini membuat nasabah merasa dihargai dan didengar, bukan hanya sebagai angka dalam sistem perbankan, melainkan sebagai bagian dari komunitas yang saling menjaga.

Kini, perlahan namun pasti, para pengrajin kain songket Sasak di Desa Sade mulai membangun kembali tempat usaha mereka. Dengan modal dari Mekaar dan semangat yang tidak pernah padam, mereka melanjutkan proses tenun yang sempat terhenti. Setiap helai kain yang selesai menjadi simbol ketangguhan dan determinasi mereka. Pasar wisata kembali ramai dengan produk-produk berkualitas tinggi mereka, dan mata pencaharian keluarga pun mulai stabil kembali. Cerita ini menjadi pengingat bahwa dibalik setiap produk lokal yang indah, ada kisah perjuangan manusia yang luar biasa, dan bahwa dukungan institusi keuangan yang tepat dapat menjadi kunci pemulihan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow