Pintu Terbuka bagi Pencari Nafkah Bertato: TNI Tak Lagi Tutup Mata pada Tradisi Adat

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan sinyal positif dengan memperbolehkan warga bertato tradisional mendaftar menjadi anggota TNI Angkatan Darat, menandai pergeseran kebijakan yang lebih inklusif dan menghargai keragaman budaya nusantara.

Aug 31, 2026 - 17:15
Aug 31, 2026 - 17:15
 0  3
Pintu Terbuka bagi Pencari Nafkah Bertato: TNI Tak Lagi Tutup Mata pada Tradisi Adat

Reyben - Dalam sebuah langkah progresif yang patut diapresiasi, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan kabar menggembirakan bagi ribuan warga Indonesia yang memiliki tato karena alasan budaya tradisional. Beliau secara tegas menyatakan bahwa kehadiran tato tradisional bukanlah penghalang bagi seseorang untuk bergabung dengan institusi militer terkemuka negara ini. Keputusan ini menandai pergeseran paradigma yang signifikan dalam kebijakan penerimaan anggota TNI AD, yang selama bertahun-tahun kerap kali menjadi hambatan bagi calon pendaftar.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pencari kerja di lembaga keamanan negara adalah persepsi kaku mengenai penampilan fisik, khususnya soal tato. Masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, terutama dari wilayah-wilayah yang kaya akan tradisi adat-istiadat, telah lama mempraktikkan tradisi menato sebagai bagian dari identitas budaya mereka. Praktik ini bukan sekadar estetika, melainkan manifestasi dari filosofi hidup, status sosial, atau pewarisan leluhur yang mendalam. Namun, interpretasi ketat tentang kedisiplinan dan profesionalisme dalam organisasi militer selama ini membuat banyak individu dengan tato adat merasa dikesampingkan atau bahkan tidak layak untuk berkontribusi pada pertahanan negara.

Jenderal Maruli Simanjuntak memahami dengan baik bahwa nilai-nilai kebangsaan dan komitmen bela negara tidak bisa diukur dari ada atau tidaknya tato di kulit seseorang. Beliau menyadari bahwa inklusivitas dan penghargaan terhadap keragaman budaya lokal adalah kunci untuk memperkuat sumber daya manusia TNI AD ke depannya. Dengan membuka pintu bagi warga bertato tradisional, TNI AD sebenarnya juga mengirimkan pesan bahwa mereka menghormati kekayaan budaya nusantara dan mengakui bahwa semangat nasionalisme tidak memandang latar belakang etnis atau praktik budaya lokal. Keputusan ini juga secara strategis memperluas basis rekrutmen, mengingat masih banyak daerah dengan populasi signifikan yang mempertahankan tradisi tato adat.

Langkah maju dari pimpinan tertinggi TNI AD ini diharapkan dapat menciptakan efek domino positif di seluruh institusi pemerintahan dan swasta lainnya. Jika angkatan darat—organisasi yang terkenal dengan disiplin ketat—dapat membuka diri terhadap keragaman ini, maka organisasi lain juga seharusnya meninjau ulang kebijakan diskriminasi mereka yang mungkin pernah berlaku. Selain itu, bagi generasi muda dari komunitas adat di berbagai pelosok negeri, kebijakan ini membuka peluang emas untuk mengabdi kepada negara tanpa harus meninggalkan identitas budaya mereka. Dengan demikian, TNI AD tidak hanya memperkuat kapasitas militer tetapi juga turut memperkuat kohesi sosial dan persatuan nasional yang sesungguhnya berbasis pada penghormatan terhadap keberagaman.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow