Bebas Dari Penjara, Doni Salmanan Langsung Raup Rupiah Lewat Instagram—Warisan Pahit Korbannya Masih Tertinggal

Doni Salmanan bebas dari penjara setelah empat tahun, langsung monetisasi Instagram dengan konten baru. Namun, comeback-nya memicu kemarahan netizen mengingat ribuan korbannya masih berjuang finansial.

Apr 13, 2026 - 04:09
Apr 13, 2026 - 04:09
 0  0
Bebas Dari Penjara, Doni Salmanan Langsung Raup Rupiah Lewat Instagram—Warisan Pahit Korbannya Masih Tertinggal

Reyben - Setelah menghabiskan empat tahun di balik jeruji besi, Doni Salmanan akhirnya merasakan kebebasan. Pria yang pernah menjadi bahan perbincangan publik ini segera mengumumkan status terbarunya melalui Instagram, disertai foto bersama istri. Momentum comeback-nya ternyata langsung dimanfaatkan untuk menghasilkan rupiah. Postingan pertamanya pasca-bebas sudah menjadi viral, dengan engagement yang fantastis. Namun, kehadiran kembalinya memicu reaksi kontradiktif dari netizen yang masih menyimpan kenang-kenangan pahit atas nama sang tokoh.

Dalam waktu singkat setelah kembali ke dunia digital, Doni Salmanan telah menerbitkan konten yang mengundang monetisasi. Engagement rate postingannya melonjak drastis, dengan puluhan ribu komentar dan ribuan share dalam hitungan jam. Beberapa brand terlihat berminat untuk berkolaborasi, memberi sinyal bahwa duit bisa mengalir lancar dari strategi konten yang dijalankan. Namun, kecepatan ini membuat banyak pihak bertanya-tanya: apakah sudah cukup waktu untuk refleksi sebelum kembali maksimalkan monetisasi?

Pertanyaan tersebut muncul karena latar belakang kasus yang menjeratnya dulu melibatkan ratusan korban yang mengalami kerugian finansial. Banyak di antara mereka yang terpaksa menutup usaha, menjual aset berharga, bahkan jatuh miskin akibat terperangah dalam skema yang dikembangkan. Media sosial penuh dengan cerita-cerita menyedihkan tentang nasib mereka, kontras dengan kecepatan pria ini mengumpulkan uang baru. Perasaan ketidakadilan merebak di antara netizen, terutama mereka yang memiliki hubungan pribadi dengan korban kasus tersebut.

Komidnas dan beberapa akun media massa mulai membagikan kembali postingan Doni Salmanan dengan narasi kritis. Percakapan di timeline menjadi ramai dengan pertanyaan mengenai restoratif justice—apakah ada upaya nyata untuk membuat jera atau mengganti rugi korban? Atau apakah kebebasan dari penjara sekadar menjadi pintu untuk kembali menjalankan strategi bisnis yang menguntungkan diri sendiri? Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Doni Salmanan yang menyentuh isu-isu tersebut. Yang terlihat hanya konten-konten bernuansa kehidupan normal dan produk yang siap dijual.

Phenomena ini menyulut pertanyaan lebih besar tentang pola reintegrasi sosial bagi pelaku tindakan pidana finansial di Indonesia. Apakah sistem yang ada cukup ketat dalam memastikan bahwa mereka tidak mengulangi kesalahan? Bagaimana mekanisme pengawasan pasca-hukuman? Dan yang paling penting, bagaimana nasib ribuan korban yang masih berjuang memulihkan kehidupan mereka? Respon sosial terhadap comeback Doni Salmanan ini menjadi cerminan dari rasa keadilan yang belum terpuaskan di tingkat grassroot.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow