Bangunan Sekolah Ambruk, Ratusan Siswa SDN Kebayoran Lama 09 Terancam Belajar di Ruang Darurat
Empat ruang kelas dan satu ruang UKS di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jakarta Selatan telah roboh selama hampir dua tahun tanpa perbaikan. Ratusan siswa belajar dalam kondisi berbahaya.
Reyben - Kondisi memprihatinkan terus menimpa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di Jakarta Selatan. Empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah dasar negeri tersebut mengalami kerusakan struktural yang parah akibat bangunan yang roboh. Lebih mirisnya lagi, keadaan ini sudah berlangsung hampir dua tahun tanpa ada perbaikan signifikan dari pihak yang berwenang. Ratusan siswa terpaksa menjalani aktivitas belajar-mengajar dalam kondisi yang jauh dari ideal, bahkan terancam menggunakan ruang-ruang darurat yang tidak memenuhi standar pendidikan.
Ketika memasuki kompleks sekolah, kerusakan tersebut langsung terlihat dengan jelas. Dinding-dinding yang retak membentang di beberapa sisi bangunan, atap yang sudah lapuk menampakkan jejak kebocoran di berbagai tempat, dan lantai yang bergelombang memberikan kesan bahwa struktur bangunan sudah tidak stabil. Para guru dan staff sekolah telah berkali-kali melaporkan kondisi ini kepada dinas pendidikan setempat, namun respons tampak sangat lambat atau bahkan terkesan diabaikan. Sementara itu, orang tua siswa semakin khawatir akan keselamatan anak-anak mereka setiap hari berada di lingkungan yang kondisinya membahayakan.
Kehadiran fasilitas UKS yang rusak juga menjadi persoalan tersendiri. Ruang ini seharusnya menjadi tempat aman untuk menangani siswa yang mengalami gangguan kesehatan atau kecelakaan ringan di sekolah. Dengan kondisi roboh, fungsi penting ini tidak dapat berjalan optimal. Pihak sekolah bahkan kesulitan menyimpan peralatan kesehatan dasar karena khawatir akan kerusakan lebih lanjut. Ironisnya, ketika ada siswa yang sakit atau mengalami musibah kecil, mereka harus dibawa ke ruang alternatif yang jauh lebih tidak kondusif dibanding ruang UKS yang seharusnya tersedia.
Kepala sekolah yang dihubungi mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan laporan formal ke Dinas Pendidikan Jakarta Selatan sejak pertengahan tahun 2022. Namun hingga saat ini, belum ada realisasi anggaran untuk perbaikan komprehensif. Hanya ada beberapa perbaikan darurat yang dilakukan seadanya untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah. Padahal, menurut perkiraan awal, biaya rehabilitasi menyeluruh tidak akan terlalu besar jika dilakukan dengan segera, namun kini kerusakan semakin kompleks dan biayanya dikhawatirkan terus bertambah.
Para orang tua siswa mengaku frustrasi dengan keterlambatan ini. Mereka mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan konkret dan tidak hanya memberikan janji kosong. Beberapa orang tua bahkan sempat mengorganisir petisi untuk disampaikan ke Kantor Walikota Jakarta Selatan. Mereka berpendapat bahwa pendidikan yang berkualitas dimulai dari lingkungan belajar yang sehat dan aman, bukan dari ruang kelas yang terancam rubuh kapan saja. Desakan ini terus bergema, namun proses birokrasi tampak masih membuat langkah perbaikan terhenti.
Memasuki tahun ajaran baru, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 harus tetap beroperasi meskipun dengan keterbatasan yang signifikan. Pihak sekolah telah melakukan reorganisasi ruang untuk memaksimalkan fasilitas yang masih layak pakai, namun ini bukan solusi jangka panjang yang ideal. Komitmen pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan di Jakarta Selatan sangat diharapkan segera diwujudkan, sebelum tragedi atau dampak negatif yang lebih besar terjadi di sekolah ini.
What's Your Reaction?