Bakso Favorit Anda Bisa Jadi Pemicu Mood Swing Saat Menstruasi, Ini Penjelasan Dokter

dr Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa konsumsi bakso secara rutin dapat mengganggu keseimbangan hormon wanita dan memicu mood swing jelang menstruasi. Makanan olahan ini mengandung pengawet dan MSG yang memicu peradangan tubuh.

Jul 24, 2026 - 22:51
Jul 24, 2026 - 22:51
 0  1
Bakso Favorit Anda Bisa Jadi Pemicu Mood Swing Saat Menstruasi, Ini Penjelasan Dokter

Reyben - Makanan favorit yang sering kita konsumsi ternyata memiliki dampak lebih besar dari yang kita bayangkan, terutama bagi kesehatan hormonal wanita. dr Zaidul Akbar, praktisi kesehatan yang terkenal dengan pendekatan holistik, mengungkapkan bahwa kebiasaan menyantap semangkuk bakso secara rutin dapat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh, khususnya menjelang periode menstruasi. Temuan ini menjadi perhatian khusus mengingat banyak wanita Indonesia yang mengalami mood swing drastis sebelum datang bulan tanpa menyadari kontribusi pola makan mereka.

Menurut penjelasan dr Zaidul Akbar, bakso mengandung berbagai bahan pengawet, MSG, dan lemak jenuh yang dapat mengganggu proses metabolisme hormonal dalam tubuh. Ketika wanita memasuki fase luteal dari siklus menstruasi, tubuh sudah dalam kondisi sensitif terhadap perubahan hormonal. Konsumsi makanan olahan seperti bakso akan menambah beban pada sistem pencernaan dan metabolisme, yang pada akhirnya memicu ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterone. "Bakso yang kita makan sehari-hari mengandung bahan-bahan yang bisa memicu peradangan dalam tubuh," ungkap dokter yang memiliki jutaan pengikut di media sosial ini.

Tidak hanya mood swing, ketidakseimbangan hormon akibat pola makan yang tidak tepat juga berpotensi mengganggu kesuburan wanita. dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa hormon yang tidak seimbang dapat mempengaruhi regulasi siklus menstruasi, kualitas ovulasi, hingga kemampuan reproduksi. Wanita yang sering mengalami PMS (Premenstrual Syndrome) berat dengan gejala seperti iritabilitas, kecemasan, dan depresi sebaiknya mulai memperhatikan asupan makanan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa diet tinggi makanan olahan meningkatkan risiko gangguan hormonal hingga 40 persen dibandingkan wanita yang mengonsumsi makanan alami.

Untuk mengatasi hal ini, dr Zaidul Akbar merekomendasikan wanita untuk mengganti konsumsi bakso dengan protein alami seperti daging sapi murni, ikan, atau daging ayam kampung yang dimasak dengan cara tradisional. Menjelang menstruasi, penting untuk meningkatkan asupan makanan yang kaya antioksidan, omega-3, dan mineral seperti magnesium dan zinc. Sayuran hijau, buah-buahan segar, kacang-kacangan, dan biji-bijian menjadi pilihan terbaik untuk menjaga keseimbangan hormon. "Gaya hidup sehat bukan hanya tentang olahraga, tetapi dimulai dari apa yang kita masukkan ke mulut kita setiap hari," tambah dokter yang sering membagikan tips kesehatan dengan cara yang relatable ini.

Perubahan pola makan memang membutuhkan komitmen dan kesabaran, namun hasilnya akan sangat terasa dalam beberapa minggu. Banyak wanita yang telah mengurangi konsumsi makanan olahan melaporkan penurunan signifikan dalam gejala PMS mereka, energi yang lebih stabil, dan mood yang lebih konsisten sepanjang siklus menstruasi. Jika Anda sering mengalami mood swing yang mengganggu aktivitas sehari-hari, mulailah dengan mengevaluasi kebiasaan makan Anda. Diskusikan juga dengan ahli gizi atau dokter untuk mendapatkan panduan diet yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda secara personal.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow