Asap Karhutla Kembali Ganggu Palangka Raya, Sekolah Tutup hingga Akhir Oktober
Dinas Pendidikan Palangka Raya memperpanjang pembelajaran jarak jauh hingga 28 Oktober guna melindungi siswa PAUD, SD, dan SMP dari udara tercemar akibat kebakaran hutan dan lahan.
Reyben - Palangka Raya kembali menghadapi kondisi kritis dengan kualitas udara yang merosot drastis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Merespons situasi darurat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Palangka Raya memutuskan untuk memperpanjang penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga tanggal 28 Oktober mendatang. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh siswa di jenjang PAUD, SD, dan SMP, sebagai upaya melindungi kesehatan generasi muda dari paparan udara berbahaya yang terus mengancam.
Keputusan perpanjangan PJJ ini bukan sekadar formalitas belaka, melainkan langkah strategis yang diambil setelah mempertimbangkan data kualitas udara terkini di kota berjuluk "Jantung Kalimantan" tersebut. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang masih berada di kategori tidak sehat menjadi pemicu utama pengambilan keputusan. Dengan tingkat kepekatan asap yang terus berfluktuasi, membawa anak-anak ke ruang belajar konvensional akan membuka peluang besar bagi mereka untuk mengalami gangguan pernapasan dan komplikasi kesehatan lainnya.
Kendaraan roda dua dan empat tampak berlalu-lalang dengan visibilitas terbatas, sementara masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah mengenakan masker berlapis demi melindungi diri. Fasilitas publik seperti sekolah, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak belajar, kini justru berpotensi menjadi zona paparan polutan berbahaya. Maka dari itu, keputusan Disdik untuk mengalihkan seluruh proses pembelajaran ke platform digital adalah pilihan yang tepat dan bijaksana dalam situasi ekstrem semacam ini.
Orang tua murid diharapkan dapat mendampingi proses belajar anak-anak di rumah dengan maksimal, sementara para guru beradaptasi cepat menggunakan berbagai media pembelajaran daring untuk memastikan kontinuitas pendidikan tetap terjaga. Meskipun sistem PJJ memiliki keterbatasan tersendiri, namun kondisi udara yang berbahaya menjadikan ini sebagai pilihan terbaik untuk menjamin keselamatan dan kesehatan seluruh ekosistem pendidikan di Palangka Raya. Diharapkan asap akan segera sirna dan aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal sebelum akhir Oktober.
What's Your Reaction?